Penghimpunan dana (fund raising)
di pasar modal Indonesia hingga awal November 2017 sudah melampaui Rp
200 triliun, melebihi pembiayaan kredit perbankan yang baru mencapai Rp
190 triliun. Angka tersebut menunjukkan terjadinya pergeseran (shifting) bahwa penghimpunan dana di pasar modal menjadi alternatif yang lebih diminati dibanding pembiayaan kredit dari perbankan.
“Sebagai informasi, sampai awal November 2017 pertumbuhan fund raising di pasar modal
sudah melampaui Rp 200 triliun, sedangkan untuk pembiayaan kredit
perbankan itu baru mencapai Rp 190 triliun. Jadi tahun ini pertumbuhan
fund raising di pasar modal sudah melampaui pembiayaan kredit perbankan.
Nah shifting ini juga yang kita harus perhatikan karena
menyangkut penggunaan dana publik,” kata Hoesen, Komisioner OJK dan
Kepala Eksekutif Pasar Modal, pada acara CG Conference & Award
Indonesian Institute for Corporate Directorship (IIDC), di Jakarta,
Senin (27/11) malam.
Total fund raising korporasi di pasar modal antara lain berasal dari penawaran umum saham perdana (IPO), rights issue,
dan obligasi. Total fund raising hingga awal November 2017 yang
mencapai Rp 200 triliun juga melampaui pencapaian tahun 2016 sebesar Rp
165 triliun.
Hoesen menerangkan pasar modal Indonesia menunjukkan performa
yang cukup baik di 2017. Pada penutupan 24 November 2017, IHSG
meningkat 20,9% yoy dan 14,5% ytd. Tercatat jumlah emiten mencapai 537,
naik 3,3% dari posisi 2015 sebanyak 521 emiten. “Peningkatan juga
diikuti oleh kapitalisasi pasar yang pada 2015-2016 mencapai pertumbuhan
18%,” ucapnya.
Menurut dia, OJK sebagai regulator terus
mengembangkan pasar modal di Indonesia, antara lain dari sisi supply dan
pembangunan infrastruktur. Sementara dari sisi demand, OJK akan
menerbitkan sejumlah ketentuan. “Dari sisi pengembangan investor, OJK
akan mengembangkan investor ritel. Kalau investor asing sudah sangat
dominan. Kami juga akan terus mengembangkan transparansi di pasar primer yaitu pada saat IPO. Kita lebih tingkatkan kualitas transparansinya,” paparnya.
Seiring
dengan itu, jumlah investor di pasar modal juga bertambah. PT Kustodian
Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat peningkatan jumlah investor
lewat Single Investor Identification (SID) sebesar 14,7 persen. Yakni
dari porsi 894.116 SID di akhir 2016 menjadi 1.025.414 SID per Juli
2016.
Direktur Utama KSEI Friderica Widyasari Dewi mengatakan,
per Juni 2017, KSEI mencatat rekor baru jumlah investor pasar modal
Indonesia yang telah menembus angka satu juta. Jumlah tersebut merupakan
jumlah SID terkonsolidasi yang terdiri dari investor pemilik Saham,
Surat Utang, Reksa Dana, Surat Berharga Negara (SBN) dan Efek lain yang
tercatat di KSEI.
“Meski sudah menembus satu juta, KSEI bersama
SRO lainnya akan terus berupaya mendongkrak pertumbuhan jumlah investor,
serta meningkatkan jumlah investor aktif di pasar modal,” ungkap
Friderica, beberapa waktu lalu.
Adapun dari jumlah investor
tersebut, tutur Friderica, masih berpusat di pulau Jawa sebesar 77,15
persen. dengan melihat segi demografi, profil investor
yang tercatat berdasarkan data KSEI per tanggal 31 Juli 2017 sebagian
besar merupakan investor berusia 21 hingga 30 tahun dan investor berusia
31 sampai 40 tahun, yang masing-masing sebesar 25 persen.
“SID
individu didominasi oleh investor dengan jenis kelamin laki-laki
sebanyak 59 persen,” ucap wanita yang kerap disapa Kiki ini.
Mantan Direktur BEI di era Ito Warsito tersebut menambahkan, secara komposisi,
sebagian besar investor Pasar Modal Indonesia merupakan investor
perorangan lokal, dengan jumlah mencapai 993.181 investor atau 96 persen
dari total jumlah investor. “Jumlah investor perorangan lokal tersebut
mengalami peningkatan sebesar 109 persen dari 475.112 investor di tahun
sebelumnya,” jelas Kiki.
Seiring dengan peningkatan jumlah SID di
pasar modal, total aset yang tercatat di KSEI juga ikut mengalami
peningkatan sejalan dengan peningkatan Indeks Harga Saham Gabungan
(IHSG). Total aset yang tercatat pada sistem C-BEST KSEI pada 31 Juli
2017 adalah sebesar Rp4.046,46 triliun, naik sekitar 19,5 persen
dibanding pertengahan tahun lalu sebesar Rp3.385,32 triliun.
“Kenaikan
juga dicatatkan pada jumlah Efek yang tercatat sebesar 16 persen dari
1.391 (Juli 2016) menjadi 1.615 (Juli 2017),” pungkas Kiki.(*)
Sumber: klik di sini * Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 146 database, klik di sini
** Butuh 19 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini *** Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
Pergeseran
pasar memang semakin lama semakin cepat. Persaingan bertambah ketat,
seakan tidak memberikan celah bagi perusahaan untuk tertinggal. Inovasi
dan kreativitas dituntut jadi garda terdepan untuk melahirkan
transformasi dan reposisi bisnis. Ya, dinamika bisnis demikian cepat
berubah tanpa disadari. Karena
itu, kebutuhan untuk memetakan kondisi pasar dan persaingan usaha
penting untuk terus diupdate sesuai kebutuhan. Hanya dengan cara itu,
perusahaan dapat mengantisipasi tantangan dan peluang di masa depan.
Demikian juga saat kita akan menerka outlook 2018,
dibutuhkan bantuan tren terdahulu untuk melihat gambaran sebelumnya.
Sehingga kita dapat memperoleh insight secara lebih komprehensif.
Duniaindustri.com,
sebuah startup khusus di segmen industri, berupaya untuk memfasilitas
hal tersebut dengan terus mengupdate database industri. Selain itu, Duniaindustri.com juga meningkatkan
pelayanan bagi pelanggan dan keamanan bertransaksi online dengan
mengadopsi teknologi "easy digital download". Dengan teknologi ini, user
atau pelanggan dapat dengan mudah bertransaksi serta mengakses database
industri secara lebih cepat, praktis, kapanpun dan di manapun berada.
Saat ini lebih dari 146 data historis industri dari
berbagai sektor industri manufaktur (tekstil, agro, kimia,
makanan-minuman, elektronik, farmasi, otomotif, rokok, semen,
perkapalan, dan lainnya), komoditas, pertanian, perkebunan, sumber daya
mineral, logistik, infrastruktur, properti, perbankan, reksadana, media,
consumer, hingga makro-ekonomi, menjadi kumpulan database di
duniaindustri.com. Per awal April 2017, detektif industri juga
dilengkapi tools (instrumen analisis) untuk melakukan market
intelligence (competitor intelligence) dengan lebih terukur,
komprehensif, dan berkesinambungan. Duniaindustri.com juga
memperluas coverage basis data dan database spesifik guna menangkap
seluruh aktivitas industri di seluruh sektor usaha di Indonesia.
Riset Pasar dan Data Industri Mobil (2005-2019) Riset Pasar dan Analisis Oversupply Semen (2016-2019) Riset Pasar Consumer Goods dan Tren Online Shopping (2009-2017) Riset Pasar dan Data Industri Biskuit 2010-2016 (Peta Persaingan dan Tren Market Leader) Riset Pasar dan Analisis Industri Kosmetik (Tren Pertumbuhan dan 5 Merek Paling Laris) Riset Pasar dan Analisis Peta Persaingan Industri Semen (NEW Version) Riset Eksklusif Industri Kemasan Plastik (Tren Pertumbuhan dan Analisis Cukai) Riset Eksklusif dan Data Industri Minyak Goreng Sawit (Tren Persaingan Market Leader) Riset dan Data Industri Pariwisata Indonesia 2010-2020 Riset dan Analisis Eksklusif Farmasi (Tren Persaingan Obat Bebas, Generik, Herbal dan Daftar Obat Paling Laku) Riset Pasar Obat Bebas, Obat Generik, dan Obat herbal Data Industri Elektronik Home Appliances 2005-2015 Riset Industri Manufaktur; Peluang Investasi dan Basis Produksi 2015-2019 Riset Peluang Kerjasama Pemerintah dan Swasta di Proyek Infrastruktur 2015-2019 Riset Tren Produksi Oleokimia dan Biodiesel 2011-2017 Riset Persaingan Brand Rokok di Indonesia 2014-2016 Riset Komprehensif Industri Baja 2007-2017 Riset Peta Persaingan Industri Semen 2015-2017 Data dan Analisis Industri Oli Pelumas 2007-2016 Riset Komprehensif Industri Susu Olahan 2013-2016 Data dan Outlook Industri Susu & Teh Siap Minum 2013-2016 Data dan Outlook Industri Farmasi 2010-2019
Data dan Outlook Industri Batubara 2011-2030 Data dan Outlook Industri Semen 2003-2019 Data dan Outlook Industri Rokok 2005-2016 Data dan Outlook Industri Petrokimia 2009-2016 Data dan Outlook Transportasi, Logistik, dan Infrastruktur 2009-2019 Data Industri Minimarket, Supermarket, Hypermarket, dan Modern Trade di Indonesia 2012-2015 Data dan Outlook Industri Oleokimia dan Biodiesel 2015-2016 Data dan Outlook Industri Consumer Goods 2016 Tren Fashion dan Data Industri Tekstil Data industri sepeda motor dan velg motor di Indonesia Outlook Industri Otomotif 2016-2018 Outlook Industri CPO 2016 Data Pasar Surat Utang di Indonesia dan ASEAN Data Kejatuhan Harga Komoditas Ekspor Indonesia dan Depresiasi Rupiah Data Investasi, Insentif, serta Kawasan Ekonomi Khusus Perkebunan Sawit 2010-2015
Data Luas Lahan Sawit, Produksi, serta Ekspor CPO 2009-2015 Data dan Analisis Industri Elektronik Menghadapi ASEAN Community Data dan Analisis Industri Pakan Ternak dan Perunggasan 2007-2017 Data dan Analisis Industri Baja Periode 2000-2014 Data Investasi Baru, Kapasitas, serta Tren Penjualan Semen 2013-2017 Data Market Insight Private Equity di Asia Tenggara Data Hilirisasi Industri Sawit, dari Regulasi hingga Persebaran Investasi Data Sumberdaya Batubara, Tren Harga, serta Biaya Produksi per Ton Data Industri Semen di Asia Tenggara, Pangsa Pemain, dan Pertumbuhan Pasar Data Industri Properti dan Perbandingan Harga di Indonesia Data Industri Perbankan, Reksadana, Asuransi, dan Multifinance di Indonesia Data Industri Televisi Berlangganan di Indonesia Data Industri Media dan Belanja Iklan di Indonesia Data Industri Angkutan Darat (Taksi) di Indonesia Data Tingkat Kepemilikan dan Minat Beli Mobil di Indonesia Data Energi Terbarukan (Sawit dan Biofuel) Indonesia Data Perkebunan Sawit dan Produsen Hilir Terbesar Dunia
Data Outlook Pasar Minyak Nabati China Data Perubahan Iklim Terkait Sektor Perkebunan di Indonesia Data Outlook Sektor Transportasi dan Logistik 2014-2018 Data Pasokan dan Permintaan Batubara Termal Global Data Pasar Minimarket dan Restoran Cepat Saji di Indonesia Data Produksi, Defisit Pasokan, serta Harga Timah Data Penjualan Per Merek Mobil Data dan Analisis Outlook Industri Otomotif Data dan Analisis Penjualan Motor dan Mobil (LCGC) Data Strategi Pengembangan Sawit dan Batubara di Indonesia Data Industri Perkapalan Indonesia Data Penjualan Mobil Per Segmen Kendaraan Data Produksi, Ekspor, dan Investasi 15 Komoditas Utama Indonesia Data Komprehensif Industri Otomotif dan Kebijakan Pemerintah
Data Tren Harga dan Produksi Minyak Nabati Utama Data Keseimbangan Pasokan-Kebutuhan Sawit dan Dampaknya ke Harga Data Komprehensif Industri Biofuels dan Produk Hilir CPO Data Industri Petrokimia, Kimia Dasar, dan Logam Dasar Data Daya Saing Industri Indonesia di Asean Community 2015 Data Prospek Investasi dan Kebutuhan Lahan Kawasan Industri Data Industri Makanan-Minuman dan Program Hilirisasi Data Komprehensif Sasaran, Fokus, dan Kinerja Industri Pengolahan Data Komprehensif Industri Baja di Indonesia Data Peranan Industri Sawit sebagai Penghasil Devisa Ekspor Data Daya Saing Industri dilihat dari Sistem Logistik Nasional Data Segmentasi dan Jumlah Konsumen Kelas Menengah di Indonesia (2012-2030) Data Industri Batubata (Brick) di Indonesia dan Malaysia Data Investasi Infrastruktur, Proyek Pembangunan Pelabuhan, Jalan, Bandara, Kereta Api di Indonesia
Data Masterplan Konektivitas Nasional (2010-2030) Data Konsumsi dan Impor Susu di Indonesia (periode lima tahun terakhir) Data Komparasi Konsumsi Semen dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia (10 tahun terakhir) Data Produksi dan Ekspor-Impor Industri Aneka Data Komprehensif Industri Farmasi Indonesia (Periode Lima Tahun Terakhir) Data Komprehensif Sistem Logistik Nasional (Sislognas) Indonesia Data Komprehensif Industri Tekstil Indonesia (periode tiga tahun terakhir) Data Top 20 Produsen Obat Generik di Indonesia Data Pasar Kosmetik Indonesia (periode empat tahun terakhir) Data Volume dan Nilai Ekspor CPO, Tarif Bea Keluar, HPE Data Omzet dan Top 10 Player Industri Makanan-Minuman Data Pasar Alat Kesehatan di Asia Pasifik Data Produksi dan Utilisasi 4 Produsen Kertas Terbesar di Indonesia Data Pangsa Pasar Top 10 Perusahaan Benang dan Serat Data Industri Alat Musik, Mainan, dan Perhiasan
Data Permintaan Baja di Indonesia (sepuluh tahun terakhir) Strategi Ekspansi dan Kapasitas Produksi BUMN Semen Terbesar Data Produksi Gula, Tebu, dan Area Lahan Data Buyer Agent Tekstil Terbesar dan Representative Office di Indonesia Data Jumlah Kendaraan Bermotor, dan Panjang Jalan di Indonesia Data Perkembangan Jumlah Kendaraan Bermotor Berdasarkan Jenis Data Pangsa Pasar Lima Produsen Ban di Indonesia Data Produksi dan Ekspor-Impor Industri Aneka Data Penjualan dan Pangsa Pasar 4 Perusahaan Rokok Terbesar
Data Pasar Farmasi di Asia Pasifik Data Belanja Alat Kesehatan di Indonesia Data Kapasitas dan Utilisasi Industri Aneka Kajian Komprehensif Tiga Pemimpin Pasar Semen Indonesia Kajian Komprehensif Industri Kertas di Indonesia Data Produksi dan Pangsa Pasar 4 Pemimpin Pasar Baja Canai Panas (HRC) Sumber: di sini * Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 146 database, klik di sini
** Butuh 19 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini *** Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
Kualitas dan tarif pelayanan kesehatandalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dinilai masih kurang memadai. Hal itu tercermin dari banyaknya persoalan terkait dua hal tersebut, seperti masih banyaknya pasien-pasien JKN yang ditolak atau diperlakukan tidak semestinya di beberapa rumah sakit, dengan alasan tarif pelayanan kesehatan yang dapat di klaim ke BPJS rendah atau tidak sesuai dengan biaya jasa medis dan obat-obatan. Dalam seminar dengan tema “Membuat Tarif Indonesia Case Base Groups (INA-CBGs) Cukup” di Yogyakarta, pekan lalu, terungkap permasalahan rendahnya mutu pelayanan kesehatan JKN saat ini dikarenakan tidak meratanya fasilitas kesehatan, persoalan ketersediaan dokter dan tenaga medis lainnya, serta rendahnya tarif pelayanan kesehatan. “Perbedaan jumlah fasilitas dan tenaga kerja kesehatan di kota-kota besar dan di daerah lain di Indonesia yang tidak seimbang mengakibatkan akses pelayanan tidak merata,” kata Luthfi Mardiansyah, Chairman Center for Healthcare Policy and Reform Studies (Chapters) dalam keterangan tertulis. Lebih dari 500 rumah sakit swasta di Indonesia belum menjadi provider BPJS-Kesehatan. Menurut Luthfi, rendahnya tarif Indonesia Case Base Groups (INA-CBGs) atau sistem pembayaran paket berdasarkan penyakit menjadi salah satu penyebab kurang tertariknya rumah sakit melayani pasien-pasien JKN. “Walaupun ada perbedaan tarif antara rumah sakit pemerintah dan swasta, namun masih kecil, mungkin perlu dibedakan antara 30%-35%,” papar Luthfi. Penentuan tarif INA-CBGs untuk rumah sakit swasta perlu dimasukkan biaya tenaga kerja medis maupun non-medis yang harus dikeluarkan. Sementara rumah sakit pemerintah tidak harus menanggung beban biaya tenaga kerja. Di sisi lain, lanjut dia, terjadinya perlakuan yang tidak semestinya terhadap pasien JKN di antaranya karena penerapan kuota pelayanan, membatasi waktu layanan, bahkan ada pasien-pasien yang diminta datang berulang-ulang untuk hal-hal yang tidak perlu. Hal itu menjadi kenyataan di lapangan yang tidak bisa dihindari. Pihak rumah sakit selalu menjadikan rendahnya tarif INA-CBGs dan lambatnya pembayaran klaim dari BPJS-Kesehatan sebagai alasan. Laksono Trisnantoro M.Sc Ph.D, Guru Besar Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UGM, mengatakan rasio jumlah dokter di kota-kota di Indonesia memang sangat berbeda. DKI Jakarta dan DIY memiliki jumlah dokter yang cukup, sementara di kota-kota lainnya sangat rendah. Ini yang menyebabkan kualitas pelayanan tidak merata. “Seharusnya residence dimasukkan sebagai tenaga kerja pelayanan kesehatan, tidak dianggap sebagai siswa. Mereka saat ini bekerja melayani pasien-pasien JKN,” ungkapnya. Ini akan membuat jumlah dokter dan spesialis “cukup” untuk melayani pasien-pasien JKN. Mengingat semua peserta JKN berhak mendapatkan mutu layanan kesehatan yang prima dan tidak diskriminatif, menurut dia, penyempurnaan besaran tarif perlu dipikirkan oleh Kementerian Kesehatan. Sejalan dengan kebijakan baru tentang besaran tarif, rumah sakit juga dituntut menjalankan strategi pengendalian biaya, peningkatan kinerja dan kualitas pelayanan kesehatan, yang pada akhirnya dapat menarik lebih banyak pasien-pasien JKN yang ditangani. Meski demikian, Dr. Ediansyah, MARS, MM, Direktur Rumah Sakit An-Nisa Tangerang, memiliki pengalaman lapangan yang menarik. Rumah sakit yang dikelolanya mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan pasien-pasien JKN. “Pasien JKN kami meningkat terus, lebih dari 800 setiap hari, dan rumah sakit mampu membiayai upaya peningkatan kualitas pelayanan termasuk pengadaan teknologi dan alat-alat kesehatan terbaru,” tuturnya. Dia menilai, tarif INA-CBGs saat ini dirasakan cukup dengan kiat-kiat efisiensi dan tetap mengedepankan kualitas pelayanan kesehatan. Efisiensi ini mencakup strategi pengendalian biaya dan kebutuhan lainnya, tanpa mengorbankan kualitas pelayanan.(*) Sumber: klik di sini * Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 146 database, klik di sini
** Butuh 19 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini *** Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengutip data
International Labour Organization (ILO) dalam Sarasehan Nasional di DPD
RI Jakarta, Jumat (17/11). “ILO memperkirakan akan terjadi 56% lapangan
kerja di negara-negara ASEAN, termasuk tentu saja di Indonesia, akan
hilang akibat automasi-automasi mesin, akibat robotik, dan yang
lain-lainnya,” kata Jokowi. Karena itu, lanjut Presiden, Indonesia harus bersiap terhadap
automasi, yakni proses pengendalian produksi oleh mesin-mesin.
Risikonya, pekerjaan manusia bisa terenggut oleh lengan-lengan robot.
“Seperti inilah yang harus kita sadari bersama sehingga kita juga harus
bergerak cepat mengantisipasi,” kata Jokowi.
Jokowi menyebut perubahan ini sebagai revolusi industri keempat.
Memang ada potensi yang besar dalam pemanfaatan teknologi, potensinya
sebesar US$ 600 miliar atau setara Rp 10.000 triliun. Strategi ekonomi
jitu perlu diterapkan supaya hidup manusia tak ‘dikunyah-kunyah
teknologi’. “Dan yang berbahaya adalah tantangan-tantangan yang sangat
berat sekali, yakni pengangguran,” kata Jokowi.
Jokowi tak ingin pengangguran sebagai korban automasi menggejala luas
di Indonesia. Upaya dia adalah membangun infrastruktur di daerah
pinggiran dan perbatasan. Istilah dia, pembangunan infrastruktur tidak
Jawa sentris melainkan Indonesia sentris. “Karena mobilitas logistik,
mobilitas orang, ini akan memperkuat kita supaya bisa bersaing, bisa
berkompetisi dengan negara lain,” tuturnya.
Jokowi menyebut indeks persaingan global (global competitiveness index) Indonesia masih kalah jauh dengan negara-negara tetangga.
Termasuk aspek infrastruktur di Indonesia juga masih jauh, sehingga kini
pembangunan infrastruktur digalakkan.
Tren perkembangan mesin automasi dan robotik juga ditopang kemajuan
pesat teknologi digital. Analis dari Global Equities Research, Trip
Chowdhry, memperkirakan akan ada sebanyak 369 ribu pekerja di sektor
teknologi global yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam
tahun ini.
“Efisiensi IT meningkat signifikan dan berakibat mereka yang bekerja
mengkonfigurasi middleware, bekerja untuk database, mengelola dan
mengintegrasikan proses backend, secara khusus kehilangan pekerjaannya,”
kata Chowdhry.
Selain karena perkembangan teknologi yang makin cepat, lanjut dia,
preferensi konsumen juga cepat berubah. “Sesuatu yang kemarin terlihat
keren, hari ini sudah tampak usang,” kata Chowdry sambil mencontohkan
Yahoo, Linkedin, dan Yelp yang mulai dianggap old fashion.(*)
Sumber: klik di sini * Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 146 database, klik di sini
** Butuh 19 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini *** Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
Pergeseran pasar memang semakin lama semakin cepat. Persaingan bertambah ketat, seakan tidak memberikan celah bagi perusahaan untuk tertinggal. Inovasi dan kreativitas dituntut jadi garda terdepan untuk melahirkan transformasi dan reposisi bisnis. Ya, dinamika bisnis demikian cepat berubah tanpa disadari. Karena itu, kebutuhan untuk memetakan kondisi pasar dan persaingan usaha penting untuk terus diupdate sesuai kebutuhan. Hanya dengan cara itu, perusahaan dapat mengantisipasi tantangan dan peluang di masa depan. Demikian juga saat kita akan menerka outlook 2018, dibutuhkan bantuan tren terdahulu untuk melihat gambaran sebelumnya. Sehingga kita dapat memperoleh insight secara lebih komprehensif.
Duniaindustri.com, sebuah startup khusus di segmen industri, berupaya untuk memfasilitas hal tersebut dengan terus mengupdate database industri. Selain itu, Duniaindustri.com juga meningkatkan pelayanan bagi pelanggan dan keamanan bertransaksi online dengan mengadopsi teknologi "easy digital download". Dengan teknologi ini, user atau pelanggan dapat dengan mudah bertransaksi serta mengakses database industri secara lebih cepat, praktis, kapanpun dan di manapun berada.
Saat ini lebih dari 146 database industri dari berbagai sektor industri manufaktur (tekstil, agro, kimia, makanan-minuman, elektronik, farmasi, otomotif, rokok, semen, perkapalan, dan lainnya), komoditas, pertanian, perkebunan, sumber daya mineral, logistik, infrastruktur, properti, perbankan, reksadana, media, consumer, hingga makro-ekonomi, menjadi kumpulan database di duniaindustri.com. Per awal April 2017, detektif industri juga dilengkapi tools (instrumen analisis) untuk melakukan market intelligence (competitor intelligence) dengan lebih terukur, komprehensif, dan berkesinambungan. Duniaindustri.com juga memperluas coverage basis data dan database spesifik guna menangkap seluruh aktivitas industri di seluruh sektor usaha di Indonesia.
Riset Pasar dan Data Industri Mobil (2005-2019) Riset Pasar dan Analisis Oversupply Semen (2016-2019) Riset Pasar Consumer Goods dan Tren Online Shopping (2009-2017) Riset Pasar dan Data Industri Biskuit 2010-2016 (Peta Persaingan dan Tren Market Leader) Riset Pasar dan Analisis Industri Kosmetik (Tren Pertumbuhan dan 5 Merek Paling Laris) Riset Pasar dan Analisis Peta Persaingan Industri Semen (NEW Version) Riset Eksklusif Industri Kemasan Plastik (Tren Pertumbuhan dan Analisis Cukai) Riset Eksklusif dan Data Industri Minyak Goreng Sawit (Tren Persaingan Market Leader) Riset dan Data Industri Pariwisata Indonesia 2010-2020 Riset dan Analisis Eksklusif Farmasi (Tren Persaingan Obat Bebas, Generik, Herbal dan Daftar Obat Paling Laku) Riset Pasar Obat Bebas, Obat Generik, dan Obat herbal Data Industri Elektronik Home Appliances 2005-2015 Riset Industri Manufaktur; Peluang Investasi dan Basis Produksi 2015-2019 Riset Peluang Kerjasama Pemerintah dan Swasta di Proyek Infrastruktur 2015-2019 Riset Tren Produksi Oleokimia dan Biodiesel 2011-2017 Riset Persaingan Brand Rokok di Indonesia 2014-2016 Riset Komprehensif Industri Baja 2007-2017 Riset Peta Persaingan Industri Semen 2015-2017 Data dan Analisis Industri Oli Pelumas 2007-2016 Riset Komprehensif Industri Susu Olahan 2013-2016 Data dan Outlook Industri Susu & Teh Siap Minum 2013-2016 Data dan Outlook Industri Farmasi 2010-2019
Data dan Outlook Industri Batubara 2011-2030 Data dan Outlook Industri Semen 2003-2019 Data dan Outlook Industri Rokok 2005-2016 Data dan Outlook Industri Petrokimia 2009-2016 Data dan Outlook Transportasi, Logistik, dan Infrastruktur 2009-2019 Data Industri Minimarket, Supermarket, Hypermarket, dan Modern Trade di Indonesia 2012-2015 Data dan Outlook Industri Oleokimia dan Biodiesel 2015-2016 Data dan Outlook Industri Consumer Goods 2016 Tren Fashion dan Data Industri Tekstil Data industri sepeda motor dan velg motor di Indonesia Outlook Industri Otomotif 2016-2018 Outlook Industri CPO 2016 Data Pasar Surat Utang di Indonesia dan ASEAN Data Kejatuhan Harga Komoditas Ekspor Indonesia dan Depresiasi Rupiah Data Investasi, Insentif, serta Kawasan Ekonomi Khusus Perkebunan Sawit 2010-2015
Data Luas Lahan Sawit, Produksi, serta Ekspor CPO 2009-2015 Data dan Analisis Industri Elektronik Menghadapi ASEAN Community Data dan Analisis Industri Pakan Ternak dan Perunggasan 2007-2017 Data dan Analisis Industri Baja Periode 2000-2014 Data Investasi Baru, Kapasitas, serta Tren Penjualan Semen 2013-2017 Data Market Insight Private Equity di Asia Tenggara Data Hilirisasi Industri Sawit, dari Regulasi hingga Persebaran Investasi Data Sumberdaya Batubara, Tren Harga, serta Biaya Produksi per Ton Data Industri Semen di Asia Tenggara, Pangsa Pemain, dan Pertumbuhan Pasar Data Industri Properti dan Perbandingan Harga di Indonesia Data Industri Perbankan, Reksadana, Asuransi, dan Multifinance di Indonesia Data Industri Televisi Berlangganan di Indonesia Data Industri Media dan Belanja Iklan di Indonesia Data Industri Angkutan Darat (Taksi) di Indonesia Data Tingkat Kepemilikan dan Minat Beli Mobil di Indonesia Data Energi Terbarukan (Sawit dan Biofuel) Indonesia Data Perkebunan Sawit dan Produsen Hilir Terbesar Dunia
Data Outlook Pasar Minyak Nabati China Data Perubahan Iklim Terkait Sektor Perkebunan di Indonesia Data Outlook Sektor Transportasi dan Logistik 2014-2018 Data Pasokan dan Permintaan Batubara Termal Global Data Pasar Minimarket dan Restoran Cepat Saji di Indonesia Data Produksi, Defisit Pasokan, serta Harga Timah Data Penjualan Per Merek Mobil Data dan Analisis Outlook Industri Otomotif Data dan Analisis Penjualan Motor dan Mobil (LCGC) Data Strategi Pengembangan Sawit dan Batubara di Indonesia Data Industri Perkapalan Indonesia Data Penjualan Mobil Per Segmen Kendaraan Data Produksi, Ekspor, dan Investasi 15 Komoditas Utama Indonesia Data Komprehensif Industri Otomotif dan Kebijakan Pemerintah
Data Tren Harga dan Produksi Minyak Nabati Utama Data Keseimbangan Pasokan-Kebutuhan Sawit dan Dampaknya ke Harga Data Komprehensif Industri Biofuels dan Produk Hilir CPO Data Industri Petrokimia, Kimia Dasar, dan Logam Dasar Data Daya Saing Industri Indonesia di Asean Community 2015 Data Prospek Investasi dan Kebutuhan Lahan Kawasan Industri Data Industri Makanan-Minuman dan Program Hilirisasi Data Komprehensif Sasaran, Fokus, dan Kinerja Industri Pengolahan Data Komprehensif Industri Baja di Indonesia Data Peranan Industri Sawit sebagai Penghasil Devisa Ekspor Data Daya Saing Industri dilihat dari Sistem Logistik Nasional Data Segmentasi dan Jumlah Konsumen Kelas Menengah di Indonesia (2012-2030) Data Industri Batubata (Brick) di Indonesia dan Malaysia Data Investasi Infrastruktur, Proyek Pembangunan Pelabuhan, Jalan, Bandara, Kereta Api di Indonesia
Data Masterplan Konektivitas Nasional (2010-2030) Data Konsumsi dan Impor Susu di Indonesia (periode lima tahun terakhir) Data Komparasi Konsumsi Semen dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia (10 tahun terakhir) Data Produksi dan Ekspor-Impor Industri Aneka Data Komprehensif Industri Farmasi Indonesia (Periode Lima Tahun Terakhir) Data Komprehensif Sistem Logistik Nasional (Sislognas) Indonesia Data Komprehensif Industri Tekstil Indonesia (periode tiga tahun terakhir) Data Top 20 Produsen Obat Generik di Indonesia Data Pasar Kosmetik Indonesia (periode empat tahun terakhir) Data Volume dan Nilai Ekspor CPO, Tarif Bea Keluar, HPE Data Omzet dan Top 10 Player Industri Makanan-Minuman Data Pasar Alat Kesehatan di Asia Pasifik Data Produksi dan Utilisasi 4 Produsen Kertas Terbesar di Indonesia Data Pangsa Pasar Top 10 Perusahaan Benang dan Serat Data Industri Alat Musik, Mainan, dan Perhiasan
Data Permintaan Baja di Indonesia (sepuluh tahun terakhir) Strategi Ekspansi dan Kapasitas Produksi BUMN Semen Terbesar Data Produksi Gula, Tebu, dan Area Lahan Data Buyer Agent Tekstil Terbesar dan Representative Office di Indonesia Data Jumlah Kendaraan Bermotor, dan Panjang Jalan di Indonesia Data Perkembangan Jumlah Kendaraan Bermotor Berdasarkan Jenis Data Pangsa Pasar Lima Produsen Ban di Indonesia Data Produksi dan Ekspor-Impor Industri Aneka Data Penjualan dan Pangsa Pasar 4 Perusahaan Rokok Terbesar
Data Pasar Farmasi di Asia Pasifik Data Belanja Alat Kesehatan di Indonesia Data Kapasitas dan Utilisasi Industri Aneka Kajian Komprehensif Tiga Pemimpin Pasar Semen Indonesia Kajian Komprehensif Industri Kertas di Indonesia Data Produksi dan Pangsa Pasar 4 Pemimpin Pasar Baja Canai Panas (HRC) Sumber: di sini * Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 146 database, klik di sini
** Butuh 19 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini *** Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini