Senin, 23 Juli 2018

Jangan Ketinggalan Program Diskon dari Duniaindustri


Menjelang Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2018, Duniaindustri.com memberikan diskon 20% untuk Kumpulan Riset Pilihan. Bukan hanya itu, kumpulan riset pilihan yang biasanya hanya dijual dalam bentuk e-book, sekarang dapat diperoleh dalam bentuk print eksklusif.

Program Diskon Hari Kemerdekaan

Kumpulan Riset dan Database Spesifik Diskon 20% dalam bentuk print eksklusif (eksemplar terbatas):
No
Daftar Judul
Harga Reguler di Web
Diskon
Harga Diskon
Stok Versi Print Eksklusif
1
US$ 300
20%
US$ 240
20 eksemplar
2
US$ 100
20%
US$ 80
10 eksemplar
3
US$ 250
20%
US$ 200
15 eksemplar
4
US$ 300
20%
US$ 240
20 eksemplar
5
US$ 300
20%
US$ 240
20 eksemplar
6
US$ 100
20%
US$ 80
10 eksemplar
7
US$ 300
20%
US$ 240
20 eksemplar
8
US$ 200
20%
US$ 160
10 eksemplar
9
US$ 225
20%
US$ 180
10 eksemplar
10
US$ 125
20%
US$ 100
10 eksemplar
11
US$ 210
20%
US$ 168
10 eksemplar
12
US$ 150
20%
US$ 120
10 eksemplar
13
US$ 225
20%
US$ 180
10 eksemplar
Syarat dan ketentuan:
* Program ini hanya berlaku selama bulan 24 Juli 2018 – akhir Agustus 2018.
** Data, Database, ataupun Riset yang diperoleh dalam bentuk print eksklusif (hardcover, art carton 150 miligram)
*** Program ini tidak disertai data, database, dan riset dalam bentuk softcopy. Untuk versi softcopy, silakan download di web duniaindustri.com
**** Harga di atas sudah termasuk biaya ongkos kirim se-Jabodetabek. Di luar itu, dikenai tarif biasa.
***** Proses print eksklusif sekitar 1-2 hari kerja dari penyerahan bukti pembayaran.
****** Untuk mengetahui outline/isi konten dan jumlah halaman, klik judul riset yang dikehendaki
******* Segera hubungi kami di sini

Program pemberian diskon 20% merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan Duniaindustri.com untuk menyambut Hari Kemerdekaan RI. Duniaindustri.com merupakan startup khusus di bidang industri yang berisi berita teraktual, riset pasar, database pilihan, dan komunitas industri. Per awal April 2017, detektif industri juga dilengkapi tools (instrumen analisis) untuk melakukan market intelligence (competitor intelligence) dengan lebih terukur, komprehensif, dan berkesinambungan. Duniaindustri.com juga memperluas coverage basis data dan database spesifik guna menangkap seluruh aktivitas industri di seluruh sektor usaha di Indonesia.


Saat ini lebih dari 159 data historis industri dari berbagai sektor industri manufaktur (tekstil, agro, kimia, makanan-minuman, elektronik, farmasi, otomotif, rokok, semen, perkapalan, dan lainnya), komoditas, pertanian, perkebunan, sumber daya mineral, logistik, infrastruktur, properti, perbankan, reksadana, media, consumer, hingga makro-ekonomi, menjadi kumpulan database di duniaindustri.com.

Per awal April 2017, detektif industri juga dilengkapi tools (instrumen analisis) untuk melakukan market intelligence (competitor intelligence) dengan lebih terukur, komprehensif, dan berkesinambungan. Duniaindustri.com juga memperluas coverage basis data dan database spesifik guna menangkap seluruh aktivitas industri di seluruh sektor usaha di Indonesia.




Sumber: di sini
* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 159 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider, klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini


Database Riset Data Spesifik Lainnya:

Kamis, 19 Juli 2018

Mengubah Landskap Bisnis, Inilah Teknologi Transformational Digital

Perkembangan pesat teknologi digital telah menggiring landskap bisnis secara global ke tataran baru. Pergeseran pasar terutama didorong konsumen milenial makin hari makin terasa, sehingga menuntut perubahan paradigma di sektor industri.

Teknologi digital seperti internet of things (IoT), big data, artificial intelligence makin mendisrupsi pasar. Pendekatan inovatif dengan memanfaatkan teknologi terkini terus berkembang pesat ditopang maraknya penggunaan aplikasi mobile.

Demikian juga di bidang internet of things (IoT) dan big data. Gabungan energi dan pola pikir inovatif yang dipadukan dengan teknologi IoT dan big data procesing membuat suatu tingkat kedalaman data yang belum pernah ada sebelumnya. Data-data tersebut kemudian diolah menjadi profil dan perilaku konsumen, trend pasar, prognosa masa depan serta berbagai data yang terstruktur dan tidak terstruktur lainnya. Tak terbatas, istilah inilah yang paling tepat untuk menggambarkan pendekatan analitik, mulai dari pemodelan statistik sampai machine learning dan deep learning.

Dari sisi data, para data scientist membantu mengembangkan analisis pemasaran baru yang mempertimbangkan metode dan pendekatan pada tingkat yang baru. Entah itu pengoptimalan harga real time pada tingkat yang paling rinci atau atribusi media untuk analisis offline yang tidak memungkinkan sebelumnya. Penekanan inovasi yang dibuat akan mendikte banyak metode untuk menentukan arah seputar riset pasar di masa depan.

Di Indonesia, perkembangan big data juga cukup pesat. Berbagai korporasi menyuguhkan layanan terbaiknya. Duniaindustri.com juga ikut berbenah dan menjelma sebagai startup layanan big data (riset pasar dan perusahaan analisis) di negeri ini.

Seiring kepercayaan yang makin meningkat, tim Duniaindustri.com juga terus berkembang dengan mencari metode-metode analisis baru, mensimulasikan pendekatan teraktual, mengkomparasi skenario terkini, mengkalkulasikan teori-teori komprehensif, guna menghadirkan hasil riset data spesifik yang lebih riil, sesuai trend pasar, dan paling penting terjangkau bagi semua kalangan.

Secara singkat, beberapa matriks pertumbuhan duniaindustri.com tergambar dari tiga hal berikut: 1) Strong footprint and highly recognize startup, 2) Most productive update of analysis, data driven, and research. 1 of 11 demands in specific data/database connected to duniaindustri.com, 3) Flexible pricing.

Perkembangan tersebut terlihat dari pertumbuhan jumlah database riset data spesifik yang telah ready di Duniaindustri.com, melonjak signifikan sebesar 22% dari 121 database riset pada akhir tahun lalu menjadi 159 database riset pada Juli 2018. Hal ini dipicu makin meluasnya kebutuhan riset data spesifik guna mendukung pertumbuhan bisnis di sektor industri tertentu.

Duniaindustri.com menyediakan indeks data industri yang bisa didownload user untuk memberikan gambaran atau acuan perkembangan sektor industri tertentu. Duniaindustri.com telah menangani puluhan proyek data hingga riset persaingan pasar dari perusahaan kecil, menengah, besar di Indonesia, terutama dari Jakarta, Bogor, Cikarang, Bandung, Yogya, Sidoarjo, Surabaya, Palu, Bali, Medan, dan daerah lainnya, bahkan dari China dan India.(*)

Sumber: klik di sini

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 159 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider, klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

Senin, 16 Juli 2018

Sebaran Jumlah UKM Per Provinsi dan Jumlah Tenaga Kerjanya


Data Komprehensif Perkembangan Industri Kecil & UsahaBesar 2016-2017 (Sebaran UKM Per Sektor & Per Daerah) ini dirilis pada pertengahan Juli 2018 menampilkan data komprehensif, serta tren pertumbuhan jumlah dan sebaran industri kecil (usaha kecil menengah dan mikro/UMKM) di Indonesia. Pembahasan dilakukan secara detail mulai dari tren pertumbuhan jumlah, porsi terhadap ekonomi, komparasi dengan kondisi di negara tetangga, serta tren produksi dan ekspor industri kecil di Indonesia.

Data Komprehensif Perkembangan Industri Kecil & UsahaBesar 2016-2017 (Sebaran UKM Per Sektor & Per Daerah) ini dimulai dengan paparan data makro ekonomi Indonesia, inflasi, dan nilai tukar rupiah (halaman 2 dan 3). Dilanjutkan dengan outlook dan prospek bisnis 2018 mengacu pada target pertumbuhan ekonomi pemerintah di 2018 di halaman 4.

Kontribusi UMKM terhadap industri nasional di Indonesia dikomparasi dengan kondisi di sejumlah negara seperti Filipina, Vietnam, dan Brasil pada halaman 5. Disusul perkembangan UMKM di Indonesia secara umum pada 2013, ketika jumlah pelaku UMKM mencapai 57,9 juta unit, ditambah kontribusi terhadap ekonomi, penyerapan tenaga kerja, serta tren ekspor pada halaman 6. Data itu dijelaskan kembali pada halaman 7 untuk periode 2016, ditambah jumlah UMKM berdasarkan sektor dan berdasarkan daerah. Total 15 sektor menjadi sebaran UMKM di Indonesia disertai jumlah tenaga kerjanya.

Pada halaman 8, ditampilkan grafis tabel diagram piramid terkait total jumlah usaha di Indonesia, meliputi usaha besar dengan omzet di atas Rp 50 miliar, usaha menengah, usaha kecil, dan usaha mikro. Dilanjutkan pada halaman 9, market analisis terkait tantangan UMKM di Indonesia. Pada halaman 10, ditampilkan analisis porsi pendanaan UMKM dan preferensi permodalan usaha kecil di Indonesia. Data tersebut dijelaskan kembali paad halaman 11 terkait sumber permodalan usaha mikro dan kecil.

Pada halaman 12, dipaparkan perkembangan program pemerintah terkait penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) hingga akhir Mei 2018. Data komprehensif tersebut dijelaskan kembali pada halaman 13 terkait penyaluran KUR menurut 34 provinsi beserta besaran jumlah kredit.

Pada halaman 14, ditampilkan deskripsi dan tabel terkait penyaluran KUR berdasarkan sektor ekonomi dan perkembangan dari 2017 hingga 2018. Beralih ke topik lain, pada halaman 15 ditampilkan peran UKM terhadap industri nasional. Strategi peningkatan daya saing UMKM dipaparkan pada halaman 16 dan 17.

Pada halaman 18 sampai 24, dipaparkan highlights kebijakan ekonomi pemerintah untuk mendukung pengembangan UMKM. Kemudian, pada halaman 25 ditampilkan kontribusi UMKM terhadap ekonomi Indonesia, total tenaga kerja, dan ekspor nonmigas nasional. Kontribusi pajak dari UMKM dijelaskan melalui tabel pie chart pada halaman 26. Disusul kemudian, pemaparan tren komposisi penerimaan pajak UMKM pada 2013-2017 dalam tabel dan deskripsinya pada halaman 27 dan 28. 

Pada halaman 29, ditampilkan perkembangan jumlah pembayar pajak (pph) dari UMKM periode 2013 sampai 2017. Kemudian dekomposisi pembayar pajak dari sektor UMKM 2017 dijelaskan pada halaman 30. Lebih spesifik lagi, perkembangan data usaha mikro, kecil, menengah, dan usaha besar dipaparkan pada halaman 31 hingga 33, mencakup jumlah unit usaha, jumlah tenaga kerja, nilai produksi, total ekspor non migas, serta nilai investasi.

Data Komprehensif Perkembangan Industri Kecil & UsahaBesar 2016-2017 (Sebaran UKM Per Sektor & Per Daerah) berisi sebanyak 34 halaman berukuran 8 MB, berasal dari kumpulan data dari BPS, Bank Dunia, Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Koordinator Perekonomian, serta sumber valid lainnya. Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada duniaindustri.com.(*)


Sumber: klik di sini

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 159 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider, klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

Mengupas Peta Kompetisi Pasar Semen 2018

Tiga perusahaan semen yang beroperasi di Indonesia, yakni PT Conch Cement Indonesia, PT Holcim Indonesia Tbk, dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, menerapkan strategi kompetisi yang berbeda pada tahun ini guna memperkuat penetrasi pasar. Conch Cement agresif dalam menggenjot kapasitas produksi, sementara Indocement menaikkan harga jual di daerah tertentu.

Conch Cement, pemain baru semen di Indonesia asal China yang cukup fenomenal, berambisi meningkatkan kapasitas produksi hingga 25 juta ton. Peningkatan kapasitas produksi tersebut ditargetkan bisa dilakukan dengan membangun sejumlah pabrik di beberapa daerah.

Direktur Conch Cement Indonesia, Wang Hai Wing, mengatakan peningkatan kapasitas produksi ini harus dilakukan karena kebutuhan semen di Indonesia masih cukup tinggi. “Jadi memang kelebihan suplai (over supply) ini hanya jangka pendek. Ke depannya, pasar semen (Indonesia) masih ada potensi, masih bisa menyerap. Permintaan pasar itu masih ada, masih cukup besar saat ini,” ungkapnya di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta.

Menurut dia, sebenarnya rata-rata konsumsi atau pemakaian semen per orang di Indonesia itu tidak tinggi. “Sehingga kita bilang sampai saat ini belum kelebihan suplai per kapitanya,” kata dia.

Selain pasar Indonesia, Conch yang telah memiliki pabrik semen di Kalimantan Selatan, Papua, serta grinding plant di Merak (Banten) juga telah melakukan ekspor semen ke Filipina dan Papua New Guinea. Namun angka masih kecil, yakni sebesar 10 persen. Itu pun hanya berasal dari satu pabrik di Papua. “Yang diekspor sekitar 10 persen dari satu pabrik di Papua. Kapasitas produksi di Papua 1,2 juta ton per tahun,” tandasnya.

Berbeda dengan Conch, Indocement Tunggal Prakarsa memilih strategi menaikkan harga jual sekitar 1%-3% persen atau sekitar Rp 500 – Rp 1.000 per sak menyusul meningkatnya biaya produksi. “Kami sudah naikkan harga di beberapa tempat, dan setelah Lebaran kemungkinan kita akan naikkan harga kembali,” kata Direktur Utama PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Christian Kartawijaya kepada media, beberapa waktu lalu.

Christian menjelaskan, kenaikan harga hanya di beberapa kota Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sementara untuk Jawa Barat dan DKI Jakarta, tidak terjadi kenaikan harga karena ketatnya persaingan. “Biaya produksi naik 11% di kuartal I 2018 dibandingkan kuartal I 2017,” katanya.

Dia mengatakan, jika pasar masih menyerap kenaikan harga tersebut, maka akan dilanjutkan. Namun jika tidak, perseroan akan bertahan di harga sekarang. Dampaknya, perseoran akan memperkuat penjualan di sekitar pabrik perseroan yakni di Jabodetabek, Cirebon, dan Kota Baru (Kalsel).

Menurut Christian, kenaikan harga terpaksa dilakukan menyusul meningkatnya harga batu bara dan menguatnya dolar Amerika Serikat (AS). Sebagai gambaran, harga bahan bakar mencakup sekitar 40% dari biaya produksi. Selain itu, hampir separuh biaya produksi Indocement menggunakan dolar AS karena sebagian besar bahan baku masih diimpor seperti gipsum dan bahan lainnya.

Rencana Penjualan Unit Bisnis

Sementara itu, induk usaha PT Holcim Indonesia Tbk, yakni LafargeHolcim Ltd, berencana menjual unit bisnisnya di Indonesia. Strategi itu menjadi bagian dari rencana perampingan usaha market leader terbesar industri semen di dunia itu yang memiliki kapasitas global 442 juta ton pada 2015.

Sumber Bloomberg yang mengetahui rencana penjualan unit bisnis di Indonesia itu menyatakan perusahaan bekerjasama dengan Citigroup Inc untuk mencari pembeli potensial. Targetnya, perusahaan bangunan Asia, konglomerat lokal, atau private equity.

Namun, manajemen PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) belum mau memerinci strategi dari induk usahanya. “PT Holcim Indonesia Tbk tidak memberikan komentar atau pernyataan terkait rumor pasar ini kepada media-media yang telah meminta konfirmasi dan mempublikasikan berita itu,” tulis manajemen Holcim Indonesia dalam keterbukaan informasi, Senin (9/7/2018).

Manajemen perseroan juga menyatakan sepenuhnya berkomitmen untuk mematuhi peraturan dan akan memberikan keterbukaan bilamana diperlukan sebagaimana telah dilakukan sebelumnya.(*)

Sumber: klik di sini

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 158 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider, klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini


Database Riset Data Spesifik Lainnya: