Rabu, 12 April 2017

Membedah Pasar Otomotif dengan 17 Database Spesifik


Dengan jumlah populasi penduduk sekitar 255 juta jiwa, industri otomotif (mobil dan motor) merupakan tulang punggung sektor transportasi yang memberikan andil besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Di era mobilisasi dan konektivitas tinggi, peranan industri otomotif makin ketara meski persaingan di sektor industri ini makin ketat.

Untuk merekam seluk beluk industri otomotif di Indonesia, duniaindustri.com memiliki sedikitnya 17 data dan riset terkait perkembangan industri otomotif di Indonesia. Mari kita simak ulasannya berikut ini.

1) Riset Eksklusif Pasar Oli Pelumas Mobil Per Provinsi (Tren Pertumbuhan 2015-2017)
2) Riset Persaingan Merek Mobil 2016 (Tren Penjualan Per Model dan Pangsa Pasar)
3) Riset Peta Persaingan Merek Motor Per Provinsi (Tren Penjualan Per Tipe Motor)
4) Riset Tren Distribusi Sepeda Motor Per Wilayah (Data Penjualan Per Tipe Per CC Mesin)
5) Riset Pasar dan Data Oli Pelumas Otomotif 2011-2016
6) Riset Pasar dan Data Industri Sepeda Motor (Tren Penjualan Merek Per Daerah)
7) Riset Pasar dan Data Industri Mobil (2005-2019)
8) Data dan Analisis Industri Oli Pelumas 2007-2016
9) Outlook Industri Otomotif 2016-2018
10) Data Industri Sepeda Motor dan Velg Motor di Indonesia
11) Data Tingkat Kepemilikan dan Minat Beli Mobil di Indonesia
12) Data Industri Angkutan Darat (Taksi) di Indonesia
13) Data Penjualan Per Merek Mobil
14) Data dan Analisis Outlook Industri Otomotif
15) Data dan Analisis Penjualan Motor dan Mobil (LCGC)
16) Data Penjualan Mobil Per Segmen Kendaraan
17) Data Komprehensif Industri Otomotif dan Kebijakan Pemerintah

Berikut ini rinciannya satu per satu:
 
1) Riset Eksklusif Pasar Oli Pelumas Mobil Per Provinsi (Tren Pertumbuhan 2015-2017) ini dirilis April 2017 menampilkan data, tren pasar, pertumbuhan volume pasar dan market size, dan proyeksi ke depan seputar industri oli pelumas mobil secara khusus dan industri oli pelumas otomotif secara umum. Disajikan dalam tabel, grafis, dan tabulasi data yang menarik, riset eksklusif ini diharapkan menjadi acuan pertumbuhan bisnis pemain oli mobil serta stakeholders terkait lainnya.

Riset Eksklusif Pasar Oli Pelumas Mobil Per Provinsi (Tren Pertumbuhan 2015-2017) ini dimulai dengan menampilkan highlight makro ekonomi Indonesia, meliputi pertumbuhan ekonomi (PDB) 2015-2017F per kuartal, tren inflasi, nilai tukar rupiah, ICP, lifting minyak, dan lifting gas (halaman 2). Disusul grafis menarik berisi komparasi pertumbuhan daerah per pulau di Indonesia dengan tingkat kemiskinan di daerah pada 2016 (halaman 3).

Berlanjut ke halaman 4, ditampilkan highlight pasar Indonesia dengan tingkat konsumsi terbesar keempat di dunia dengan jumlah konsumen kelas menengah 45 juta jiwa. Lebih detail, tren populasi penduduk di Indonesia periode 2010-2019F ditampilkan bersama PDB per kapita, laju urbanisasi, serta jumlah konsumen kelas menengah & atas (halaman 5). Meski dua tahun terakhir ekonomi Indonesia mengalami perlambatan, tren peningkatan penghasilan dalam PDB terus meningkat sejak 2008-2019F seperti ditampilkan pada halaman 6.

Kemudian, di halaman 7 ditampilan grafis menarik tentang populasi penduduk dilihat dari kepadatan per daerah. Disusul pada halaman 8, ditampilkan data tabulasi jumlah populasi penduduk per provinsi pada 2016, densitas (density) populasi per kilometer persegi, jumlah rumah tangga, dan rata-rata anggota rumah tangga.

Masuk ke halaman 9, tim duniaindustri.com membuat pembahasan eksklusif tentang riset tren pasar oli pelumas mobil per provinsi 2015-2017F dengan metode kuantitatif dengan model regresi explanatory linier. Model pendekatan ini diambil karena memiliki basis data yang kuat, yakni penjualan dan populasi mobil per provinsi di Indonesia, dikomparasi dengan data-data penunjang lainnya sehingga menampilkan data yang akurat. Pada halaman 10, disajikan tren volume pasar oli mobil per provinsi (34 provinsi) periode 2015-2017F dalam satuan liter.

Sebagai acuan perhitungan, pada halaman 11, ditampilkan data tren penjualan mobil 2016 dan populasi mobil hingga 2015 per provinsi untuk mengukur total pasar oli mobil di Indonesia per provinsi. Top 10 provinsi dengan pasar oli mobil terbesar berdasarkan volume disajikan pada halaman 12.

Pada halaman 13, ditampilan perbandingan antara volume pasar dan nilai pasar (market size) industri oli pelumas mobil per provinsi pada 2016. Top 10 pasar oli mobil berdasarkan nilai disajikan pada halaman 14.

Data-data penunjang riset eksklusif di atas disajikan pada halaman 15-17, antara lain sebaran komposisi penjualan mobil per provinsi, tren penjualan mobil per unit periode 2005-2019F, serta tren populasi mobil (jumlah kendaraan beroperasi) periode 2006-2016.

Berlanjut ke pembahasan selanjutnya, pada halaman 18-21 ditampilkan highlight industri oli pelumas di Indonesia. Sejak tahun 2001, pasar oli pelumas di Indonesia mulai terbuka dengan dikeluarkannya regulas Peraturan Presiden RI No 21/2001. Juga dipaparkan kondisi produksi oli pelumas di Indonesia dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya.

Di halaman 22-25, duniaindustri.com secara eksklusif membuat riset terkait persaingan pasar di bisnis oli pelumas di Indonesia secara umum. Peta persaingan itu dijabarkan dalam chart (infografik) terkait pangsa pasar 10 pemain utama di industri ini. Selain itu ditampilkan perkembangan pangsa pasar periode 2007, 2011, dan 2015.

Di halaman 26 ditampilkan nilai pasar (market size) industri oli pelumas di Indonesia periode 2013-2016 (forecast) serta neraca perdagangan (ekspor-impor) di industri ini. Selain itu, di halaman 27, ditampilkan tren permintaan (demand) di pasar lokal pada periode 2011-2016 serta pertumbuhannya, dilengkapi faktor-faktor yang mempengaruhinya.

Pada halaman 28-32, duniaindustri.com secara eksklusif membuat analisis peta persaingan yang terjadi di industri ini, perkembangan pemain baru sejak 2003, serta kabar terbaru investasi dan ekspansi dari sejumlah market leader di industri ini.

Berlanjut ke riset khusus, duniaindustri.com membuat riset eksklusif tentang komposisi segmen pengguna oli yang dibagi dua, yakni oli otomotif dan oli industri. Tren periode 2011-2016 menunjukkan porsi pasar oli otomotif lebih mendominasi (halaman 33). Dari oli otomotif, ternyata oli motor menyumbang komposisi terbesar (halaman 34).

Pada halaman 35, dijabarkan tren volume pasar dan nilai pasar (market size) oli otomotif dan oli industri di Indonesia periode 2011-2016. Data itu diperkuat dengan top 10 market leader oli pelumas otomotif tahun 2014 (halaman 36), tahun 2015 (halaman 37), dan tahun 2016 est (halaman 38).

Riset Eksklusif Pasar Oli Pelumas Mobil Per Provinsi (Tren Pertumbuhan 2015-2017) sebanyak 39 halaman ini berasal dari riset eksklusif duniaindustri.com, didukung data penunjang dari Kementerian Perindustrian, BPS, WHO dan Bank Dunia, Kementerian ESDM, asosiasi industri dan sejumlah perusahaan oli pelumas di Indonesia. Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada duniaindustri.com.(*)

Sumber: klik di sini
* Butuh data industri atau riset pasar, total ada 132 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini

2) Riset Persaingan Merek Mobil 2016 (Tren Penjualan Per Model dan Pangsa Pasar) yang dirilis Maret 2017 ini menampilkan seluruh informasi, data, riset independen, serta tren penjualan mobil per merek per model per bulan sepanjang 2016 di Indonesia. Selain itu, ditampilkan juga market share sejumlah merek mobil penguasa pasar di sejumlah daerah, komposisi penjualan market leader merek mobil di 34 provinsi, kapasitas terpasang pabrikan mobil, hingga data populasi jumlah mobil dan motor yang beroperasi tersaji dalam riset dan data industri ini.

Riset Persaingan Merek Mobil 2016 (Tren Penjualan Per Model dan Pangsa Pasar) ini dimulai dengan tren pertumbuhan ekonomi nasional periode 2015-2017, beserta sejumlah komponen utama seperti target nilai tukar rupiah, inflasi, dan lifting migas pada halaman 2. Pada halaman 3, disajikan infografis menarik tentang pertumbuhan ekonomi masing-masing daerah dikaitkan dengan sektor industri yang tumbuh tertinggi pada 2016 sebagai acuan per daerah.

Pada halaman 4, dijabarkan tren peningkatan PDB Indonesia periode 2008-2019F untuk memperkuat argumentasi perkembangan ekonomi negeri ini. Kemudian dilanjutkan dengan tren penjualan mobil dan motor di Indonesia 2005-2019 (estimasi) dalam grafis yang menarik pada halaman 5.

Pada halaman 6-28, ditampilkan data tabulasi tentang tren penjualan per merek mobil per model per bulan sepanjang 2016. Total ada 36 merek mobil dengan berbagai varian model yang ditampilkan dalam data ini. Tim duniaindustri.com juga memiliki data tabulasi untuk tahun 2013 dan 2015 jika Anda membutuhkannya.

Pada halaman 29, disajikan pangsa pasar (market share) 12 merek mobil di enam daerah utama, yakni DKI Jakarta (Jadetabek), Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera, Kalimantan, dan Bali. Disusul data sebaran komposisi penjualan market leader mobil di 34 provinsi di Indonesia pada 2016 pada halaman 30.

Tren peta persaingan pangsa pasar per merek mobil dipaparkan secara jelas dengan diagram yang menarik pada halaman 31. Struktur industri komponen otomotif juga ditampilkan dari mulai agen tunggal pemegang merek (ATPM) hingga tier 2 dan 3. (halaman 32)

Data populasi jumlah kendaraan (motor dan mobil) yang beroperasi di Indonesia disajikan secara lengkap periode 2006-2016 pada halaman 33, lengkap dengan peluang bisnis serta klasifikasi pendapatan konsumen. Masuk ke pembahasan lebih detail, riset pasar ini memaparkan Indonesia sebagai basis produksi potensial untuk mobil di Asia Pasifik, potensi pasar lokal yang menjanjikan, peta pemain utama, historical market trend, arah kebijakan pemerintah, tren pasar global, regulasi pajak barang mewah, dan potensi pasar mobil per daerah. (halaman 33-40)

Tidak ketinggalan penetrasi mobil per 1.000 penduduk yang mencapai 43 unit, dan rasio kepemilikan motor yang mencapai 140 unit per 1.000 penduduk. (halaman 41) Selain itu, ditampilkan kapasitas produksi dan kapasitas terpasang pemain otomotif di Indonesia, termasuk Astra Group, Indomobil Group, Kramayudha Group. Serta persaingan pasar industri otomotif di ASEAN, mencakup Indonesia, Thailand, dan Malaysia. (halaman 42-51)

Riset Persaingan Merek Mobil 2016 (Tren Penjualan Per Model dan Pangsa Pasar) sebanyak 52 halaman pdf ini berasal dari berbagai sumber antara lain asosiasi industri yakni Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), regulator di Indonesia seperti BPS, Kementerian Perindustrian, BKPM, World Bank, serta sejumlah perusahaan otomotif. Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan.(*)

3) Riset Peta Persaingan Merek Motor Per Provinsi (Tren Penjualan Per Tipe Motor) yang dirilis Januari 2017 ini menampilkan proyeksi, data, riset pasar, tren pasar, serta peta persaingan brand sepeda motor per provinsi di Indonesia. Riset pasar ini dibuat sebagai acuan strategi pemasaran bagi industriawan yang terkait dengan motor dan komponennya, terutama untuk mengukur tren pasar dan pangsa pasar.

Riset Peta Persaingan Merek Motor Per Provinsi (Tren Penjualan Per Tipe Motor) ini dimulai dengan menampilkan data tren penjualan sepeda motor per merek per bulan per provinsi di Indonesia periode Januari-Desember 2016 pada halaman 2-13. Data tersebut diperkuat dengan tren penjualan motor per tipe per brand sepanjang 2016, terutama untuk tipe scooter matic, sport, dan underbone (halaman 14).

Kemudian, pangsa pasar sepeda motor di Indonesia sepanjang 2016 ditampilkan dalam grafis yang menarik pada halaman 15. Pembahasan dilanjutkan dengan tren bulanan penjualan tiga tipe motor sepanjang 2016 (halaman 16), serta komposisi penjualan per tipe motor sepanjang 2016 (halaman 17).

Duniaindustri.com membuat riset eksklusif terkait tren penjualan motor 2016, mulai dari nilai pasar (market size) industri sepeda motor di Indonesia pada 2016, tren peralihan dari tipe underbone ke tipe sport, dominasi tipe motor scooter matic, serta proyeksi pertumbuhan pasar motor di lima provinsi utama pada halaman 18-21.

Riset proyeksi penjualan motor di lima provinsi utama dibuat dengan acuan sebaran alokasi dana daerah 2017 (halaman 22), sebaran alokasi dana tranfer umum ke daerah (halaman 23), perbandingan pendapatan dan belanja daerah 2017 (halaman 24), serta komparasi pertumbuhan ekonomi daerah 2016 dengan sektor pendorongnya (halaman 25).

Riset ini juga dilengkapi tren pertumbuhan ekonomi Indonesia 2015-2017 lengkap dengan 7 indikator utama, seperti inflasi, nilai tukar rupiah, ICP, lifting minyak, serta lifting gas (halaman 26). Selain itu, ditampilkan tren peningkatan penghasilan dalam PDB periode 2008-2019 (halaman 27).

Tren pasar otomotif (baik motor maupun mobil) ditampilkan dalam grafis yang menarik dan rentang waktu yang cukup panjang yakni 2005-2019F (halaman 28), tren pangsa pasar motor (halaman 29), data jumlah populasi motor dan mobil dengan rekam jejak periode 2006-2016, dilengkapi dengan tren pertumbuhan rata-rata serta tingkat penetrasi pasar dan klasifikasi konsumen dilihat dari tingkat pendapatannya (halaman 30).

Rasio kepemilikan motor dibanding jumlah penduduk ditampilkan pada halaman 31-32. Kemudian, duniaindustri.com menampilkan database pasar motor periode 2015 yang menampilkan komposisi segmen motor periode 2015 ditampilkan dengan grafis yang menarik pada halaman 33, penjualan di lima pasar utama (halaman 34), tren penjualan di tiap provinsi periode 2015 (halaman 35), dan top 10 provinsi dengan penjualan motor terbesar (halaman 36-41).

Riset ini dilanjutkan dengan analisis penjualan motor per masing-masing merek (brand) periode fullyear 2015 (halaman 41-46). Tidak ketinggalan, Riset Pasar dan Data Industri Motor (Tren Penjualan Per Merek Per Daerah) ini juga menampilkan arah kebijakan (grand strategy) pemerintah untuk mengembangkan industri kendaraan roda dua, peluang investasi, serta regulasi dan insentif yang diberikan. (halaman 47-51)

Riset Peta Persaingan Merek Motor Per Provinsi (Tren Penjualan Per Tipe Motor) sebanyak 51 halaman pdf ini berasal dari berbagai sumber antara lain asosiasi industri yakni Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), regulator di Indonesia seperti BPS, Kementerian Perindustrian, BKPM, Polri, World Bank, serta sejumlah perusahaan motor. Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih.(*)

4) Riset Tren Distribusi Sepeda Motor Per Wilayah (Data Penjualan Per Tipe Per CC Mesin) yang dirilis November 2016 ini menampilkan data, riset pasar, tren pasar, serta analisis dan proyeksi pasar sepeda motor per wilayah di Indonesia.

Dari mulai tren pertumbuhan pasar sepeda motor, nilai pasar (market size), rasio kepemilikan, jumlah populasi, serta distribusi penjualan motor per wilayah, per merek, per kapasitas mesin, per jenis mesin, tersaji dalam riset tren distribusi sepeda motor ini.

Riset Tren Distribusi Sepeda Motor Per Wilayah (Data Penjualan Per Tipe Per CC Mesin) ini dimulai dari dimulai dengan menampilkan highlight makro ekonomi Indonesia, meliputi pertumbuhan PDB 2014-2019, tren inflasi, populasi penduduk, tren konsumen kelas menengah, potensi pasar lokal, serta tren peningkatan penghasilan per kapita 2008-2019 (est). (halaman 2-4)

Selanjutnya, riset tren distribusi sepeda motor ini menampilkan tren penjualan motor dan mobil di Indonesia 2005-2019 (estimasi) dalam grafis yang menarik. (halaman 5) Penjualan motor tumbuh dengan persentase tertinggi pada periode 2006-2011 secara historis dari 4,42 juta unit menjadi 8,01 juta unit.

Tren peta persaingan pangsa pasar per merek motor dipaparkan secara jelas dengan diagram yang menarik pada halaman 6. Data jumlah motor yang beroperasi dipaparkan pada halaman 7 lengkap dengan rekam jejak periode 2006-2016, dilengkapi dengan tren pertumbuhan rata-rata serta tingkat penetrasi pasar dan klasifikasi konsumen dilihat dari tingkat pendapatannya.

Mulai halaman 8, duniaindustri.com membuat riset independen terkait industri motor secara spesifik mulai dari gambaran industri motor Indonesia secara global. Populasi dan nilai pasar (market size) industri motor Indonesia (halaman 9-10), rasio kepemilikan motor dibanding jumlah penduduk (halaman 11), dan analisis pasar motor 2015 (halaman 12).

Komposisi segmen motor ditampilkan dengan grafis yang menarik pada halaman 13. Kemudian, tren penjualan motor per daerah di Indonesia secara detail dipaparkan pada halaman 14, lengkap dengan volume penjualan per pulau di negeri ini. Riset ini dilanjutkan dengan analisis penjualan motor per provinsi dan pangsa pasar masing-masing merek (brand). Analisis itu dilengkapi dengan tren penjualan motor di 10 provinsi yang menjadi pasar terbesar di Indonesia, lengkap dengan market share masing-masing merek motor. (halaman 15-17) Kemudian, tren komposisi distribusi penjualan sepeda motor di enam wilayah utama di Indonesia ditampilkan dalam rentang waktu 2015 dan 2016 (halaman 17-18).

Top 10 provinsi dengan penjualan motor terbesar di Indonesia juga disajikan dalam kurun waktu yang cukup panjang (2012-2014) untuk menunjukkan tren secara komprehensif. (halaman 19-22) Data tersebut diperkuat oleh data mentah dari sumber terpercaya terkait penjualan lima merek motor market leader di Indonesia, per merek, tipe (underbone, scooter, sport), dan per kapasitas mesin (cc) pada halaman 23-27.

Pada halaman 28, dipaparkan distribusi penjualan motor per tipe (underbone, scooter, sport), per merek, per tipe mesin (2 tak atau 4 tak), dan per cc. Selanjutnya pada halaman 29 dipaparkan distribusi penjualan motor untuk pasar domestik dan pasar ekspor. Data berikutnya dipaparnya pembagian kapasitas mesin per merek motor dari 0-49 cc hingga 251 cc ke atas. (halaman 30)

Pada halaman 31-33, ditampilkan data distribusi penjualan mesin berdasarkan pengelompokan teknologi mesin (2 tak atau 4 tak), per kapasitas mesin (cc) dan per merek.

Masuk ke bagian lebih spesifik, pada halaman 34-42 ditampilkan data distribusi penjualan sepeda motor per provinsi, per merek, dan tren perkembangan pasar per provinsi periode 2016. Pada halaman 43-48, ditampilkan data distribusi penjualan motor per merek dagang yang dijual oleh 5 market leader di Indonesia.

Tidak ketinggalan, Riset Pasar dan Data Industri Motor (Tren Penjualan Per Merek Per Daerah) ini juga menampilkan arah kebijakan (grand strategy) pemerintah untuk mengembangkan industri kendaraan roda dua, peluang investasi, serta regulasi dan insentif yang diberikan. (halaman 49-52)

Riset Tren Distribusi Sepeda Motor Per Wilayah (Data Penjualan Per Tipe Per CC Mesin) sebanyak 53 halaman pdf ini berasal dari berbagai sumber antara lain asosiasi industri yakni Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), regulator di Indonesia seperti BPS, Kementerian Perindustrian, BKPM, Polri, World Bank, serta sejumlah perusahaan motor. Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan.(*)

5) Riset Pasar dan Data Oli Pelumas Otomotif 2011-2016 ini dirilis September 2016 menampilkan data, riset pasar, tren pangsa pasar, market leader, serta pertumbuhan pasar dan market size industri oli pelumas secara umum dan industri oli pelumas otomotif secara khusus. Periode yang jadi fokus 2011-2016.
Riset Pasar dan Data Oli Pelumas Otomotif 2011-2016 ini dimulai dengan menampilkan highlight makro ekonomi Indonesia, meliputi pertumbuhan PDB 2014-2019, tren inflasi, populasi penduduk, tren konsumen kelas menengah, laju urbanisasi, median usia penduduk, potensi pasar lokal, serta tren PDB per kapita. (halaman 2-4)

Kemudian, data ini menampilkan highlights perkembangan industri ini sejak 2007-2016, regulasi sejak 1998-2016. (halaman 5-8) PT Pertamina Lubricants–anak usaha PT Pertamina (Persero) di bisnis pelumas–pernah menguasai pangsa pasar oli nasional sebesar 90% sebelum 1997. Pada masa itu, penjualan oli masih diatur oleh Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 18 tahun 1988 tentang Penyediaan dan Pelayanan Pelumas Serta Penanganan Oli Bekas yang memberikan hak monopoli kepada Pertamina. Namun, hak monopoli tersebut kemudian dicabut melalui Keppres 21 tahun 2001 tentang Pelayanan Penyediaan Pelumas, yang memperbolehkan adanya pemain baru di pasar pelumas.

Di halaman 9-12, duniaindustri.com secara eksklusif membuat riset terkait persaingan pasar di bisnis oli pelumas di Indonesia secara umum. Peta persaingan itu dijabarkan dalam chart (infografik) terkait pangsa pasar 10 pemain utama di industri ini. Selain itu ditampilkan perkembangan pangsa pasar periode 2007, 2011, dan 2015. Tidak ketinggalan ditampilkan estimasi penjualan oli pelumas masing-masing pemain disertai pangsa pasarnya.

Di halaman 13 ditampilkan nilai pasar (market size) industri oli pelumas di Indonesia periode 2013-2016 (forecast) serta neraca perdagangan (ekspor-impor) di industri ini. Selain itu, di halaman 14, ditampilkan tren permintaan (demand) di pasar lokal pada periode 2011-2016 serta pertumbuhannya, dilengkapi faktor-faktor yang mempengaruhinya.

Pada halaman 15-19, duniaindustri.com secara eksklusif membuat analisis peta persaingan yang terjadi di industri ini, perkembangan pemain baru sejak 2003, serta kabar terbaru investasi dan ekspansi dari sejumlah market leader di industri ini.

Berlanjut ke riset khusus, duniaindustri.com membuat riset eksklusif tentang komposisi segmen pengguna oli yang dibagi dua, yakni oli otomotif dan oli industri. Tren periode 2011-2016 menunjukkan porsi pasar oli otomotif lebih mendominasi (halaman 20). Dari oli otomotif, ternyata oli motor menyumbang komposisi terbesar (halaman 21).

Pada halaman 22, dijabarkan tren volume pasar dan nilai pasar (market size) oli otomotif dan oli industri di Indonesia periode 2011-2016. Data itu diperkuat dengan top 10 market leader oli pelumas otomotif tahun 2014 (halaman 23), tahun 2015 (halaman 24), dan tahun 2016 est (halaman 25). Data ini juga dilengkapi dengan tren penjualan otomotif, baik motor maupun mobil, periode 2005-2019 est (halaman 26). Juga, data jumlah kendaraan yang beroperasi di Indonesia, baik motor maupun mobil, periode 2006-2016 serta peluang bisnis ke depan (halaman 27).

Riset Pasar dan Data Oli Pelumas Otomotif 2011-2016 sebanyak 28 halaman ini berasal dari Kementerian Perindustrian, BPS, WHO dan Bank Dunia, Kementerian ESDM, asosiasi industri dan sejumlah perusahaan oli pelumas di Indonesia, diolah duniaindustri.com. Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada duniaindustri.com.(*)

6) Riset Pasar dan Data Industri Sepeda Motor (Tren Penjualan Per Merek Per Daerah) yang dirilis Agustus 2016 ini menampilkan seluruh informasi, data, riset independen, serta proyeksi dan tren pasar motor di Indonesia. Dari mulai nilai pasar (market size), tren penjualan, rasio kepemilikan, jumlah populasi, serta komposisi pasar motor tersaji dalam riset dan data industri ini.

Riset Pasar dan Data Industri Sepeda Motor (Tren Penjualan Per Merek Per Daerah) ini dimulai dari dimulai dengan menampilkan highlight makro ekonomi Indonesia, meliputi pertumbuhan PDB 2014-2019, tren inflasi, populasi penduduk, tren konsumen kelas menengah, potensi pasar lokal, serta tren PDB per kapita. (halaman 2-4)

Selanjutnya, riset pasar ini menampilkan tren penjualan motor dan mobil di Indonesia 2005-2019 (estimasi) dalam grafis yang menarik. (halaman 5) Penjualan motor tumbuh dengan persentase tertinggi pada periode 2006-2011 secara historis dari 4,42 juta unit menjadi 8,01 juta unit.

Tren peta persaingan pangsa pasar per merek motor dipaparkan secara jelas dengan diagram yang menarik pada halaman 6. Data jumlah motor yang beroperasi dipaparkan pada halaman 7 lengkap dengan rekam jejak periode 2006-2016, dilengkapi dengan tren pertumbuhan rata-rata serta tingkat penetrasi pasar dan klasifikasi konsumen dilihat dari tingkat pendapatannya.

Mulai halaman 8, duniaindustri.com membuat riset independen terkait industri motor secara spesifik mulai dari gambaran industri motor Indonesia secara global (halaman 8), populasi dan nilai pasar (market size) industri motor Indonesia (halaman 9), rasio kepemilikan motor dibanding jumlah penduduk (halaman 10), dan analisis pasar motor 2015 (halaman 11).

Komposisi segmen motor ditampilkan dengan grafis yang menarik pada halaman 12. Kemudian, tren penjualan motor per daerah di Indonesia secara detail dipaparkan pada halaman 13, lengkap dengan volume penjualan per pulau di negeri ini.

Riset ini dilanjutkan dengan analisis penjualan motor per provinsi dan pangsa pasar masing-masing merek (brand). Analisis itu dilengkapi dengan tren penjualan motor di 10 provinsi yang menjadi pasar terbesar di Indonesia, lengkap dengan market share masing-masing merek motor. (halaman 14-16)

Top 10 provinsi dengan penjualan motor terbesar di Indonesia juga disajikan dalam kurun waktu yang cukup panjang (2012-2015) untuk menunjukkan tren secara komprehensif. (halaman 17-20)

Sebagai tambahan, data ini menampilkan industri komponen motor di Indonesia, terutama industri velg motor, mulai dari persaingan produsen dan merek velg, struktur pasar industri velg di Indonesia, serta nilai pasar industri velg motor di negeri ini. (halaman 21-25)

Tidak ketinggalan, Riset Pasar dan Data Industri Motor (Tren Penjualan Per Merek Per Daerah) ini juga menampilkan arah kebijakan (grand strategy) pemerintah untuk mengembangkan industri kendaraan roda dua, peluang investasi, serta regulasi dan insentif yang diberikan. (halaman 26-29)

Riset Pasar dan Data Industri Sepeda Motor (Tren Penjualan Per Merek Per Daerah) sebanyak 30 halaman pdf ini berasal dari berbagai sumber antara lain asosiasi industri yakni Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), regulator di Indonesia seperti BPS, Kementerian Perindustrian, BKPM, Polri, World Bank, serta sejumlah perusahaan motor. Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih.(*)

7) Riset Pasar dan Data Industri Mobil (2005-2019) yang dirilis Agustus 2016 ini menampilkan seluruh informasi, data, riset independen, serta proyeksi dan tren pasar mobil di Indonesia. Dari mulai pangsa pasar terbesar, kapasitas terpasang pabrikan mobil, hingga data jumlah mobil dan motor yang beroperasi tersaji dalam riset dan data industri ini.

Riset Pasar dan Data Industri Mobil (2005-2019) ini dimulai dari dimulai dengan menampilkan highlight makro ekonomi Indonesia, meliputi pertumbuhan PDB 2014-2019, tren inflasi, populasi penduduk, tren konsumen kelas menengah, potensi pasar lokal, serta tren PDB per kapita. (halaman 2-4)

Selanjutnya, riset pasar ini menampilkan tren penjualan mobil dan motor di Indonesia 2005-2019 (estimasi) dalam grafis yang menarik. (halaman 5) Terlihat penjualan mobil tumbuh tinggi sejak 2009-2013 secara historis dari 486 ribu unit menjadi 1,23 juta unit.

Tren peta persaingan pangsa pasar per merek mobil dan motor dipaparkan secara jelas dengan diagram yang menarik pada halaman 6-7. Struktur industri komponen otomotif juga ditampilkan dari mulai agen tunggal pemegang merek (ATPM) hingga tier 2 dan 3. (halaman 8)

Data jumlah kendaraan (motor dan mobil) yang beroperasi di Indonesia disajikan secara lengkap periode 2006-2016 pada halaman 9, lengkap dengan peluang bisnis serta klasifikasi pendapatan konsumen. Riset pasar dan data industri mobil ini juga dilengkapi dengan kumpulan proyeksi pelaku industri mobil tentang prospek ke depan. (halaman 10)

Sejumlah pelaku usaha otomotif (market leader–dikumpulkan dalam person quote) memperkirakan tahun 2016 tidak akan berbeda dari 2015, dengan penjualan mobil sekitar 950 ribu unit hingga 1 juta unit, lebih rendah dari estimasi lembaga riset asing 1,2 juta unit. Penjualan mobil masih dapat tumbuh positif hingga 2016, ditopang pertumbuhan perekonomian nasional yang positif, meski relatif melambat. 70% dari penjualan mobil merupakan passenger cars, ikut ditopang segmen baru mobil murah dan ramah lingkungan (low cost green car/LCGC). Prinsipal mobil Jepang masih mendominasi pasar otomotif lokal. Pangsa pasar mobil terbesar tetap dipegang Grup Astra dengan target pangsa pasar di atas 50%.

Masuk ke pembahasan lebih detail, riset pasar ini memaparkan Indonesia sebagai basis produksi potensial untuk mobil di Asia Pasifik, potensi pasar lokal yang menjanjikan, peta pemain utama, historical market trend, arah kebijakan pemerintah, tren pasar global, regulasi pajak barang mewah, dan potensi pasar mobil per daerah. (halaman 11-18)

Tidak ketinggalan penetrasi mobil per 1.000 penduduk yang mencapai 43 unit, dan rasio kepemilikan motor yang mencapai 140 unit per 1.000 penduduk. (halaman 19) Selain itu, ditampilkan kapasitas produksi dan kapasitas terpasang pemain otomotif di Indonesia, termasuk Astra Group, Indomobil Group, Kramayudha Group. Serta persaingan pasar industri otomotif di ASEAN, mencakup Indonesia, Thailand, dan Malaysia. (halaman 20-25)

Di samping itu, riset pasar dan data industri ini dilengkapi top 15 merek mobil terlaris dan top 15 brand mobil dengan penjualan tertinggi di Indonesia. (halaman 26-28)

Data sebanyak 30 halaman pdf ini berasal dari berbagai sumber antara lain asosiasi industri yakni Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), regulator di Indonesia seperti BPS, Kementerian Perindustrian, BKPM, World Bank, serta sejumlah perusahaan otomotif. Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih.(*)

8) Data dan Analisis Industri Oli Pelumas 2007-2016 ini menampilkan data dan outlook secara komprehensif terkait seluruh informasi mengenai industri oli pelumas di Indonesia, mencakup highlights perkembangan industri ini sejak 2007-2016, regulasi sejak 1998-2016, tren permintaan/kebutuhan (demand) di pasar lokal, perkembangan investasi atau ekspansi baru, ukuran pasar (market size) industri oli pelumas, hingga pangsa pasar pemain lokal dan perusahaan internasional (multi national company/MNC), serta prospek dan tantangan industi ini ke depan.

Data ini dimulai dengan menampilkan highlights perkembangan industri ini sejak 2007-2016, regulasi sejak 1998-2016. (halaman 2-5) PT Pertamina Lubricants–anak usaha PT Pertamina (Persero) di bisnis pelumas–pernah menguasai pangsa pasar oli nasional sebesar 90% sebelum 1997. Pada masa itu, penjualan oli masih diatur oleh Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 18 tahun 1988 tentang Penyediaan dan Pelayanan Pelumas Serta Penanganan Oli Bekas yang memberikan hak monopoli kepada Pertamina. Namun, hak monopoli tersebut kemudian dicabut melalui Keppres 21 tahun 2001 tentang Pelayanan Penyediaan Pelumas, yang memperbolehkan adanya pemain baru di pasar pelumas.

Di halaman 6-9, duniaindustri.com secara eksklusif membuat riset terkait persaingan pasar di bisnis oli pelumas di Indonesia. Peta persaingan itu dijabarkan dalam chart (infografik) terkait pangsa pasar 10 pemain utama di industri ini. Selain itu ditampilkan perkembangan pangsa pasar periode 2007, 2011, dan 2015. Tidak ketinggalan ditampilkan estimasi penjualan oli pelumas masing-masing pemain disertai pangsa pasarnya.

Pada halaman 10-14, duniaindustri.com secara eksklusif membuat analisis peta persaingan yang terjadi di industri ini, perkembangan pemain baru sejak 2003, serta kabar terbaru investasi dan ekspansi dari sejumlah market leader di industri ini.

Di halaman 15 ditampilkan nilai pasar (market size) industri oli pelumas di Indonesia periode 2013-2016 (forecast) serta neraca perdagangan (ekspor-impor) di industri ini. Selain itu, di halaman 16, ditampilkan tren permintaan (demand) di pasar lokal pada periode 2011-2016 serta pertumbuhannya, dilengkapi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Data ini dilengkapi penetrasi populasi otomotif (motor dan mobil) di Indonesia yang menjadi konsumen terbesar oli pelumas. Di halaman 18, ditampilkan prospek (peluang) dan kendala di industri oli pelumas di Indonesia.

Data dan analisis industri oli pelumas sebanyak 19 halaman ini berasal dari Kementerian Perindustrian, BPS, WHO dan Bank Dunia, Kementerian ESDM, dan sejumlah perusahaan oli pelumas di Indonesia, diolah duniaindustri.com. Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada duniaindustri.com.(*)

9) Outlook Industri Otomotif 2016-2018 ini menampilkan proyeksi pasar industri otomotif, terutama mobil, tahun 2009-2018. Sejumlah pelaku usaha otomotif (market leader–dikumpulkan dalam person quote) memperkirakan tahun 2016 tidak akan berbeda dari 2015, dengan penjualan mobil sekitar 950 ribu unit hingga 1 juta unit, lebih rendah dari estimasi lembaga riset asing 1,2 juta unit. Penjualan mobil masih dapat tumbuh positif hingga 2016, ditopang pertumbuhan perekonomian nasional yang positif, meski relatif melambat. 70% dari penjualan mobil merupakan passenger cars, ikut ditopang segmen baru mobil murah dan ramah lingkungan (low cost green car/LCGC). Prinsipal mobil Jepang masih mendominasi pasar otomotif lokal. Pangsa pasar mobil terbesar tetap dipegang Grup Astra dengan target pangsa pasar di atas 50%.

Data ini juga menjabarkan tren penjualan mobil sejak 1997-2015. Hingga kuartal III 2015, Toyota menguasai 32%, Daihatsu 17%, Honda 15%, Suzuki 12%, Mitsubishi 11%, others 8%, Nissan 3%, dan Isuzu 2%. Di segmen penjualan motor, Honda merajai dengan pangsa pasar 68%, Yamaha 28%, disusul Suzuki dan Kawasaki masing-masing 2%.

Juga ditampilkan arah kebijakan pemerintah sejak 2010-2025, strategi investasi, program mobil low carbon emission, dan pajak serta bea masuk. Tidak ketinggalan penetrasi mobil per 1.000 penduduk yang mencapai 43 unit, dan rasio kepemilikan motor yang mencapai 140 unit per 1.000 penduduk.

Selain itu, ditampilkan kapasitas produksi dan kapasitas terpasang pemain otomotif di Indonesia, termasuk Astra Group, Indomobil Group, Kramayudha Group. Serta persaingan pasar industri otomotif di ASEAN, mencakup Indonesia, Thailand, dan Malaysia.

Data sebanyak 21 halaman pdf ini berasal dari berbagai sumber antara lain regulator di Indonesia. Download database industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada duniaindustri.com. (*)

10) Data Industri Sepeda Motor dan Velg Motor ini menampilkan peta persaingan merek motor di Indonesia yang masih dikuasai Honda (68%), Yamaha (28%), Suzuki (2%), Kasawaki (2%), dan sisanya produsen lain. Juga ditampilkan, populasi motor di Indonesia hingga 2015 diestimasi 93,25 juta unit, menurut prediksi duniaindustri.com. Estimasi itu berdasarkan data terbaru, Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia mencatat, ada 86,253 juta unit sepeda motor di seluruh Indonesia pada April 2014, naik 11 % dari tahun sebelumnya 77,755 juta unit.

Selain itu, dipaparkan juga pada 2015 penjualan motor di Indonesia diperkirakan 6,4 juta unit – 6,5 juta unit, menurut data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI). Penetrasi motor di Indonesia atau biasa dikenal rasio kepemilikan motor banding jumlah penduduk mencapai 140 unit motor vs 1.000 penduduk (data 2013).

Di samping itu, dijabarkan juga nilai pasar industri sepeda motor di Indonesia, penjualan per segmen (motor bebek, skutik, sport, dan lainnya), top 10 provinsi dengan penjualan sepeda motor terbesar, top 10 motor terlaris di Indonesia, dan top 10 daerah dengan populasi motor terpadat di Indonesia.

Sebagai tambahan, data ini menampilkan industri velg motor di Indonesia, mulai dari persaingan produsen dan merek velg, struktur pasar industri velg di Indonesia, serta nilai pasar industri velg motor di negeri ini.

Data sebanyak 15 halaman pdf ini berasal dari berbagai sumber antara lain asosiasi industri, regulator, dan Polri. Download database industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada duniaindustri.com. (*)

11) Data Tingkat Kepemilikan dan Minat Beli Mobil di Indonesia ini menampilkan tingkat kepemilikan mobil di Asia Tenggara cenderung rendah, di Indonesia hanya 44% rumah tangga yang memiliki satu mobil, 9% bermobil lebih dari satu, dan 46% rumah tangga belum memiliki mobil. Secara global, 54% rumah tangga memiliki satu mobil, 20% bermobil lebih dari satu, dan 25% belum memiliki mobil. Karena itu, tidak heran jika 63% rumah tangga di Indonesia berminat membeli mobil dalam dua tahun ke depan, 18% akan membeli mobil bekas, dan hanya 19% yang tidak berminat membeli mobil. Di Indonesia, kepemilikan mobil masih menjadi patokan kesuksesan seseorang dan menunjukkan derajat sosial yang lebih tinggi. Data sebanyak 26 halaman ini berasal dari berbagai survei dan diolah duniaindustri.com.(*)

12) Data Industri Angkutan Darat (Taksi) di Indonesia ini menampilkan perbandingan kebutuhan dan pasokan angkutan darat, terutama taksi di Indonesia. Rata-rata pertumbuhan penumpang taksi sebesar 12,3% sejak 2007-2011 dan diproyeksikan tumbuh 18,2% pada 2012-2016. Sementara rasio taksi per 1.000 orang di Asean, Indonesia cenderung terendah dengan rasio 0,24%, sementara Malaysia 3,12%, dan Singapura 5,2%. Pasokan taksi di Indonesia juga diperkirakan tumbuh rata-rata 16% (CAGR) periode 2012-2016, lebih tinggi dibanding periode 2007-2011 sebesar 4,3%. Data sebanyak 24 halaman ini juga menampilkan strategi bisnis dan kinerja keuangan perusahaan pemegang pangsa pasar terbesar di Indonesia.(*)

13) Data Penjualan Per Merek Mobil ini menampilkan tren penjualan mobil di Indonesia per merek per bulan pada 2013. Misalnya, total penjualan Mini Cooper di Indonesia 460 unit, Januari 28 unit, Februari 37 unit, Maret 38 unit, Mei 38 unit, dan seterusnya. Total penjualan Mercedes Benz 4.877 unit. Total penjualan Lexus 622 unit, Landrover 94 unit. Data ini berasal dari Gaikindo dan diolah duniaindustri.com. (*)

14) Data dan Analisis Outlook Industri Otomotif ini menampilkan tren penjualan mobil dan motor di Indonesia dibandingkan dengan global market dan ASEAn market periode 2006-2012. Ditampilkan juga data produksi mobil di negara ASEAN, Thailand, Indonesia, Malaysia, Filipina, Vietnam, Singapura, dan total ASEAN. Juga disuguhkan, produksi 13 ATPM di Indonesia antara lain PT Astra Daihatsu Motor (500 ribu unit per tahun dengan jumlah pekerja 11 ribu orang), Suzuki, PT Kramayudha Tiga Berlian (Mitsubishi), Toyota, Isuzu, Nissa, PT Gaya Motor, Mercedes Benz, GM. Data yang terdiri atas 21 halaman microsoft powerpoint ini dibuat oleh Gaikindo dan diolah duniaindustri.com.(*)

15) Data dan Analisis Penjualan Motor dan Mobil (LCGC) ini menampilkan tren penjualan mobil dan motor di Indonesia. Untuk mobil, juga ditampilkan analisis munculnya segmen low cost and green car (LCGC). Perbandingan penjualan tiap merek mobil, antara lain Toyota, Daihatsu, Suzuki, Mitsubishi, Honda, Nissan dan lainnya 2011-2013. Penjualan mobil di Indonesia pada 2013 naik 10% menjadi 1,23 juta unit. Juga, ditampilkan car models positioning by price gap di Indonesia. Serta, outlook 6 faktor yang akan mempengaruhi sektor otomotif di 2014. Data ini terdiri atas 30 halaman microsoft powerpoint.(*)

16) Data Penjualan Mobil Per Segmen Kendaraan ini menampilkan tren penjualan tiap segmen kendaraan dan tiap merek mobil di Indonesia sepanjang 2013, dibagi per bulan. Merek mobil yang ditampilkan dalam data ini antara lain Daihatsu, Isuzu, Toyota, Peugeot, Mitsubishi, Suzuki, Nissan, Honda, dan merek lainnya. Selain itu, ditampilkan produksi dan ekspor mobil di Indonesia periode 2006-2012. Data penjualan dibagi beberapa segmen seperti tipe sedan, 4×2, 4×4, bus, pick up/truck, double cabin. Selain itu ditampilkan data ekspor impor CBU, CKD, dan komponen periode 2006-2012. Juga digambarkan tren pasar mobil domestik dan proyeksinya dari 1997-2015 dengan menggunakan dua asumsi; pesimistis dan optimistis. Sedangkan di bagian kebijakan pemerintah, ditampilkan kebijakan bea masuk dan pajak penjualan barang mewah (luxury tax), kebijakan dalam berinvestasi, insentif untuk ekspor, serta kemudahan impor bahan baku. Data yang terdiri atas 18 halaman microsoft powerpoint ini dibuat oleh Gaikindo dan diolah duniaindustri.com. (*)

17) Data Komprehensif Industri Otomotif dan Kebijakan Pemerintah ini menampilkan tren penjualan, produksi, dan ekspor mobil di Indonesia periode 2006-2012. Data penjualan dibagi beberapa segmen seperti tipe sedan, 4×2, 4×4, bus, pick up/truck, double cabin. Selain itu ditampilkan data ekspor impor CBU, CKD, dan komponen periode 2006-2012. Juga digambarkan tren pasar mobil domestik dan proyeksinya dari 1997-2015 dengan menggunakan dua asumsi; pesimistis dan optimistis. Sedangkan di bagian kebijakan pemerintah, ditampilkan kebijakan bea masuk dan pajak penjualan barang mewah (luxury tax), kebijakan dalam berinvestasi, insentif untuk ekspor, serta kemudahan impor bahan baku. Data yang terdiri atas 18 halaman microsoft powerpoint ini dibuat oleh Gaikindo dan diolah duniaindustri.com. (*)

Sumber: di sini
* Butuh riset pasar dan data industri lainnya, total ada 132 database, klik di sini
** Butuh data spesifik atau market intelligence, klik di sini

Mengukur Prospek Nilai Pasar Oli Mobil Per Provinsi

Riset Eksklusif Pasar Oli Pelumas Mobil Per Provinsi (Tren Pertumbuhan 2015-2017) ini dirilis April 2017 menampilkan data, tren pasar, pertumbuhan volume pasar dan market size, dan proyeksi ke depan seputar industri oli pelumas mobil secara khusus dan industri oli pelumas otomotif secara umum. Disajikan dalam tabel, grafis, dan tabulasi data yang menarik, riset eksklusif ini diharapkan menjadi acuan pertumbuhan bisnis pemain oli mobil serta stakeholders terkait lainnya.

Riset Eksklusif Pasar Oli Pelumas Mobil Per Provinsi (Tren Pertumbuhan 2015-2017) ini dimulai dengan menampilkan highlight makro ekonomi Indonesia, meliputi pertumbuhan ekonomi (PDB) 2015-2017F per kuartal, tren inflasi, nilai tukar rupiah, ICP, lifting minyak, dan lifting gas (halaman 2). Disusul grafis menarik berisi komparasi pertumbuhan daerah per pulau di Indonesia dengan tingkat kemiskinan di daerah pada 2016 (halaman 3).

Berlanjut ke halaman 4, ditampilkan highlight pasar Indonesia dengan tingkat konsumsi terbesar keempat di dunia dengan jumlah konsumen kelas menengah 45 juta jiwa. Lebih detail, tren populasi penduduk di Indonesia periode 2010-2019F ditampilkan bersama PDB per kapita, laju urbanisasi, serta jumlah konsumen kelas menengah & atas (halaman 5). Meski dua tahun terakhir ekonomi Indonesia mengalami perlambatan, tren peningkatan penghasilan dalam PDB terus meningkat sejak 2008-2019F seperti ditampilkan pada halaman 6.

Kemudian, di halaman 7 ditampilan grafis menarik tentang populasi penduduk dilihat dari kepadatan per daerah. Disusul pada halaman 8, ditampilkan data tabulasi jumlah populasi penduduk per provinsi pada 2016, densitas (density) populasi per kilometer persegi, jumlah rumah tangga, dan rata-rata anggota rumah tangga.

Masuk ke halaman 9, tim duniaindustri.com membuat pembahasan eksklusif tentang riset tren pasar oli pelumas mobil per provinsi 2015-2017F dengan metode kuantitatif dengan model regresi explanatory linier. Model pendekatan ini diambil karena memiliki basis data yang kuat, yakni penjualan dan populasi mobil per provinsi di Indonesia, dikomparasi dengan data-data penunjang lainnya sehingga menampilkan data yang akurat. Pada halaman 10, disajikan tren volume pasar oli mobil per provinsi (34 provinsi) periode 2015-2017F dalam satuan liter.

Sebagai acuan perhitungan, pada halaman 11, ditampilkan data tren penjualan mobil 2016 dan populasi mobil hingga 2015 per provinsi untuk mengukur total pasar oli mobil di Indonesia per provinsi. Top 10 provinsi dengan pasar oli mobil terbesar berdasarkan volume disajikan pada halaman 12.

Pada halaman 13, ditampilan perbandingan antara volume pasar dan nilai pasar (market size) industri oli pelumas mobil per provinsi pada 2016. Top 10 pasar oli mobil berdasarkan nilai disajikan pada halaman 14.

Data-data penunjang riset eksklusif di atas disajikan pada halaman 15-17, antara lain sebaran komposisi penjualan mobil per provinsi, tren penjualan mobil per unit periode 2005-2019F, serta tren populasi mobil (jumlah kendaraan beroperasi) periode 2006-2016.

Berlanjut ke pembahasan selanjutnya, pada halaman 18-21 ditampilkan highlight industri oli pelumas di Indonesia. Sejak tahun 2001, pasar oli pelumas di Indonesia mulai terbuka dengan dikeluarkannya regulas Peraturan Presiden RI No 21/2001. Juga dipaparkan kondisi produksi oli pelumas di Indonesia dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya.

Di halaman 22-25, duniaindustri.com secara eksklusif membuat riset terkait persaingan pasar di bisnis oli pelumas di Indonesia secara umum. Peta persaingan itu dijabarkan dalam chart (infografik) terkait pangsa pasar 10 pemain utama di industri ini. Selain itu ditampilkan perkembangan pangsa pasar periode 2007, 2011, dan 2015.

Di halaman 26 ditampilkan nilai pasar (market size) industri oli pelumas di Indonesia periode 2013-2016 (forecast) serta neraca perdagangan (ekspor-impor) di industri ini. Selain itu, di halaman 27, ditampilkan tren permintaan (demand) di pasar lokal pada periode 2011-2016 serta pertumbuhannya, dilengkapi faktor-faktor yang mempengaruhinya.

Pada halaman 28-32, duniaindustri.com secara eksklusif membuat analisis peta persaingan yang terjadi di industri ini, perkembangan pemain baru sejak 2003, serta kabar terbaru investasi dan ekspansi dari sejumlah market leader di industri ini.

Berlanjut ke riset khusus, duniaindustri.com membuat riset eksklusif tentang komposisi segmen pengguna oli yang dibagi dua, yakni oli otomotif dan oli industri. Tren periode 2011-2016 menunjukkan porsi pasar oli otomotif lebih mendominasi (halaman 33). Dari oli otomotif, ternyata oli motor menyumbang komposisi terbesar (halaman 34).

Pada halaman 35, dijabarkan tren volume pasar dan nilai pasar (market size) oli otomotif dan oli industri di Indonesia periode 2011-2016. Data itu diperkuat dengan top 10 market leader oli pelumas otomotif tahun 2014 (halaman 36), tahun 2015 (halaman 37), dan tahun 2016 est (halaman 38).

Riset Eksklusif Pasar Oli Pelumas Mobil Per Provinsi (Tren Pertumbuhan 2015-2017) sebanyak 39 halaman ini berasal dari riset eksklusif duniaindustri.com, didukung data penunjang dari Kementerian Perindustrian, BPS, WHO dan Bank Dunia, Kementerian ESDM, asosiasi industri dan sejumlah perusahaan oli pelumas di Indonesia. Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada duniaindustri.com.(*)

Sumber: klik di sini
* Butuh data industri atau riset pasar, total ada 132 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini

Senin, 10 April 2017

Perang Dagang antara Sawit dan Sunflower Oil

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Siti Nurbaya memperoleh laporan terkait disahkannya Resolusi Sawit berjudul "Report on Palm Oil and Deforestation of Rainforests" oleh Parlemen Eropa, di Starssbourg pada 4 April 2017. Resolusi sawit itu dinilai merusak iklim usaha perkebunan di Indonesia.

Dalam kunjungan kerja di Helsinki, didampingi oleh Duta Besar Indonesia untuk Finlandia Wiwiek Setyawati Firman, Menteri LHK memberikan klarifikasi kepada pers, di sela-sela jadwal penandatanganan nota kesepahaman antara Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Siti Nurbaya dengan Menteri Pertanian dan Lingkungan Hidup Finlandia Kimmo Tiilikainen pada Jumat (7/4) di Helsinki, Finlandia.

Siti Nurbaya mengatakan, mosi terkait laporan tentang sawit itu bersifat non-binding dan akan diserahkan kepada Dewan Eropa dan Presiden Eropa untuk menindaklanjutinya. Laporan itu itu secara khusus menyebut Indonesia, yang isinya menyatakan bahwa persoalan sawit adalah persoalan besar yang dikaitkan dengan isu korupsi, pekerja anak, pelanggaran HAM, penghilangan hak masyarakat adat, dan lain-lain. Studi sawit akan dirilis pada pertengahan tahun ini dan Komisi Eropa akan mengadakan konferensi terkait sawit.

Sisi pandangan negatif juga menyatakan perlunya alih investasi dari sawit ke sunflower oil dan rapeseed oil, serta kritisi terhadap perbankan, yang dianggap ikut mendukung. “Bagi Indonesia, isu sawit seperti ini merupakan hal yang sensitive dan dalam kaitan lingkungan dan kehutanan, maka saya  harus merespons,” kata Siti Nurbaya, dalam keterangan pers.

Industri sawit, lanjut dia, di Indonesia merupakan industri besar yang menyangkut hajat hidup petani yang meliputi areal tanam sawit seluas 11,6 juta hektare, dengan 41 persen di antaranya merupakan tanaman petani atau small holders. Jumlah tenaga kerja yang terlibat dari usaha hulu hingga hilir sawit tidak kurang dari 16  juta orang petani dan tenaga kerja.

Karena itu, Siti Nurbaya melanjutkan, catatan-catatan negatif dalam mosi tersebut merupakan penghinaan kepada Indonesia, dan hal itu tidak bisa diterima. “Tuduhan bahwa sawit adalah korupsi, sawit adalah eksploitasi pekerja anak, sawit adalah pelanggaran hak asasi manusia, dan sawit menghilangkan hak masyarakat adat, semua itu tuduhan yang keji dan tidak relevan sekarang,” katanya.

Menurut Siti Nurbaya, Pemerintah Indonesia dalam kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini justru sedang melaksanakan praktik-praktik sustainable management dalam pengelolaan sawit dan industri-industri land based lainnya. “Dan ini semua sedang diintensifkan.”

Lebih lanjut Menteri LHK mengatakan, sustainable development sawit menjadi fokus utama pemerintahan Jokowi. Sama seperti orientasi Parlemen Eropa dan negara-negara lain di dunia, Indonesia juga termasuk yang di depan dalam upaya implementasi Paris Agreement.

“Dan kita memiliki ratifikasi Paris Agreement tersebut serta berbagai ratifikasi lainnya untuk langkah-langkah sustainable development,” ujar Siti Nurbaya.

Bahkan, kata dia, mengenai masyarakat adat telah diberikan perhatian khusus oleh Presiden terhadap mereka. Hak-hak masyarakat adat diberikan dalam hal ini atas hutan adat. Langkah ini sedang terus berlangsung. Begitu pula dalam tata kelola gambut dan landscape management secara keseluruhan.

Karena itu, Siti Nurbaya menegaskan, studi sawit Parlemen Eropa tersebut tidak lengkap dan tidak tepat dengan potret yang ada untuk Indonesia. Mosi Parlemen Eropa dinilai Siti telah menyinggung kedaulatan Indonesia, karena menuduh dan mengajak pihak-pihak untuk 'boikot' investasi sawit dan pindah ke sunflower dan rapeseed.

"Saya kira ini langkah yang tidak pas. Jika dunia berharap Indonesia sebagai bagian penting dalam lingkungan global dan sebagai paru-paru dunia, dunia harus percaya bahwa Indonesia dapat menyelesaikan persoalan dalam negerinya.”

Menurut Siti Nurbaya, kontribusi Indonesia kepada dunia dalam hal lingkungan juga harus diakui. Upaya-upaya untuk mengatasi kebakaran hutan, menata forest governance, upaya-upaya untuk menata tata kelola gambut, menjaga keanekaragaman hayati, menjaga habitat orang hutan, harimau, gajah, dan lain-lain merupakan kontribusi Indonesia terhadap lingkungan global.

Tentu saja, tidak mudah bagi Indonesia. Sebab, apabila wilayah Indonesia dan Eropa dilihat dari ketinggian yang sama, maka rentangan wilayah Indonesia kira-kira sama dengan rentangan wilayah dari Spanyol sampai ke Rusia, di sekitar negara Azzerbaijan. “Indonesia sangat luas. Jadi, upaya dan hasil kerjanya harus diakui juga oleh dunia,” katanya.

Untuk itu, Siti Nurbaya menyatakan, resolusi dengan nada penghinaan kepada Indonesia dengan jumlah penduduk keempat terbesar di dunia itu tidak bisa diterima. “Indonesia akan mampu berhadapan dengan negara manapun di dunia, manakala kedaulatannya terusik,” kata Siti Nurbaya.

Parlemen Uni Eropa kembali melecehkan produk sawit dengan mengeluarkan resolusi kelapa sawit dan pelarangan biodiesel berbasis sawit. Dalam voting resolusi sawit diketahui 640 anggota setuju, 28 abstain, dan 18 menolak.

“Kami ingin debat terbuka dengan semua pemain sehingga kita dapat membuat produksi minyak sawit berkelanjutan, tanpa menebang hutan dan sesuai dengan kondisi hak asasi manusia yang bermartabat”, kata Katerina Konecna, perancang resolusi, dalam siaran persnya.

Tindak lanjut dari resolusi ini, Uni Eropa akan memperkenalkan skema sertifikasi tunggal untuk kelapa sawit memasuki pasar Uni Eropa dan bertahap penggunaan minyak nabati yang mendorong deforestasi pada tahun 2020.

“Kami akan menghentikan pemakaian minyak nabati yang terlibat dalam deforestasi mulai tahun 2020,” tulis pernyataan Parlemen Eropa dalam siaran persnya.

Katarina menyebutkan resolusi pertama Parlemen tentang masalah ini dan terserah kepada Komisi bagaimana bertindak atasnya. Tapi kita tidak bisa mengabaikan masalah deforestasi, yang mengancam Perjanjian Global tentang Perubahan Iklim COP21 dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB.

Parlemen Eropa mencatat bahwa 46% dari minyak sawit yang diimpor oleh Uni Eropa digunakan untuk memproduksi biofuel, yang membutuhkan penggunaan sekitar satu juta hektar tanah tropis.Parlemen Eropa mencatat bahwa berbagai skema sertifikasi sukarela mempromosikan budidaya minyak sawit berkelanjutan. Namun, standar mereka terbuka untuk kritik dan membingungkan bagi konsumen, mereka mengatakan. Mereka menganjurkan skema sertifikasi tunggal untuk menjamin bahwa minyak sawit hanya diproduksi secara berkelanjutan memasuki pasar Uni Eropa.(*)

Sumber: klik di sini
* Butuh riset pasar dan data industri, total ada 131 database, klik di sini

Rabu, 05 April 2017

Strategi Akuisisi di Perusahaan Startup Online

Perusahaan aplikasi transportasi online, Grab, menyatakan sepakat untuk mengakuisisi perusahaan startup pembayaran online di Indonesia, Kudo. Tidak tanggung-tanggung, nilai akuisisi tersebut diperkirakan lebih dari US$ 100 juta.

Kesepakatan tersebut menandai investasi perdana seiring rencana yang baru-baru ini diumumkan bahwa Grab berkomitmen untuk menggelontorkan dana US$ 700 juta di pasar Indonesia, seperti dilaporkan Reuters. Grab tidak mengungkapkan nilai kesepakatan itu. Namun, pada Februari lalu rencana Grab untuk mengambil alih Kudo diperkirakan senilai lebih dari US$ 100 juta, mengutip narasumber yang tidak disebutkan identitasnya.

Dalam keterangan tertulis, Ming Maa, President of Grab mengatakan, Kudo telah merevolusi cara konsumen Indonesia membayar barang dan jasa. Oleh sebab itu perusahaan menyambut baik kehadiran Kudo sebagai bagian dari keluarga Grab.

"Penggabungan solusi inovatif serta jaringan agen Kudo dengan basis pengguna GrabPay yang besar akan mendukung misi kami untuk menghadirkan solusi pembayaran non-tunai yang nyaman serta membuka peluang baru dalam meningkatkan pembelanjaan online di Indonesia," kata Ming Maa.

Setelah proses akuisisi rampung, tim dan platform Kudo akan terintegrasi secara penuh ke dalam ekosistem pembayaran milik Grab, GrabPay. Platform O2O Kudo yang unik memungkinkan konsumen Indonesia yang belum memiliki akses terhadap layanan perbankan untuk berbelanja online.

Hal ini dilakukan dengan cara menghubungkan para konsumen dengan pedagang dan penyedia jasa online melalui jaringan agen Kudo yang jumlahnya lebih dari 400.000 agen terdaftar dan tersebar di lebih dari 500 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia.

Keunggulan jangkauan GrabPay di kota-kota besar akan semakin diperkuat dengan jangkauan luas Kudo di kota-kota kecil di seluruh Indonesia. Grab berencana mendukung dan meningkatkan ekspansi jaringan agen Kudo di seluruh Indonesia serta memanfaatkan jangkauan Kudo untuk meningkatkan jumlah penumpang, mitra pengemudi dan pengguna GrabPay di platform Grab.

Albert Lucius, CEO Kudo, mengatakan Grab memiliki visi yang sama dengan Kudo, yaitu menciptakan solusi pembayaran bagi masyarakat yang belum memiliki akses terhadap layanan perbankan agar mereka dapat menikmati layanan e-commerce. "Kami bersemangat untuk memulai babak baru dalam perjalanan kami sebagai bagian dari tim Grab," ujarnya.

Dengan mengetahui bahwa GrabPay kini merupakan salah satu platform pembayaran yang paling banyak digunakan di Indonesia dia yakin akuisisi ini menciptakan sinergi yang bersifat segera bagi bisnis perusahaan.

"Sehingga kami tidak sabar untuk segera bekerja bersama dengan Grab dalam memberikan kemudahan dan kenyamanan bertransaksi non-tunai bagi setiap lapisan masyarakat di Indonesia," tuturnya.

Sebagai informasi, Kudo didirikan pada Juli 2014 oleh Albert Lucius, yang sebelumnya bekerja sebagai analis Goldman Sachs dan product engineer di Apple bersama dengan Agung Nugroho, yang sebelumnya bekerja sebagai konsultan di Boston Consulting Group.

Pendanaan yang didapatkan Kudo termasuk investasi dari EMTEK, East Ventures, GREE Ventures, Singapore Press Holdings, IMJ Investment Partners, 500 Durians, Beenext, dan SkyStar.

Akuisisi ini merupakan investasi pertama dari master plan 'Grab 4 Indonesia' 2020. Melalui master plan ini, Grab berkomitmen untuk menanamkan investasi sebesar US$700 juta untuk mengembangkan ekonomi digital di Indonesia melalui dukungan terhadap inovasi teknologi, 'technopreneurship' di bidang teknologi mobile dan keuangan, serta peningkatan akses masyarakat terhadap pembayaran mobile dan peluang pembiayaan.

Ekspansi GO-Jek
Sementara itu, rangkaian akuisisi GO-JEK terhadap perusahaan asal India ternyata belum berakhir. Setelah mengakuisisi C42 Engineering, CodeIgnition, dan Pianta, pada tanggal 8 November 2016 GO-JEK dikabarkan juga telah mengakuisisi perusahaan pengembang aplikasi yang berasal dari Pune, India, yaitu LeftShift Technologies.

LeftShift sendiri merupakan perusahaan yang didirikan pada tahun 2007 oleh Sudhanshu Raheja dan Abhinit Tiwari. Hingga kini, mereka telah membantu lebih dari 200 perusahaan untuk membuat aplikasi mobile, mulai dari BookMyShow, Practo, hingga Oyo.

GO-JEK merupakan salah satu klien dari LeftShift, sebelum akhirnya memutuskan untuk mengakuisisi perusahaan tersebut. Tidak disebutkan berapa nominal uang yang dikeluarkan GO-JEK dalam akuisisi ini.

Sidu Ponnappa, Managing Director dari GO-JEK Engineering India, menyatakan kepada Livemint kalau mereka masih terus mencari peluang “akuisisi talenta” (acquihire) di India.

“Prioritas kami adalah orang-orang yang punya pola pikir sebagai hacker, dan punya solusi untuk mengatasinya. Kami juga mencari orang yang bisa membangun teknologi baik dalam skala korporat maupun open source, serta melihat apakah yang mereka bangun sejalan dengan bisnis kami,” jelas Sidu.(*)

Sumber: klik di sini
* Butuh data industri dan riset pasar, total ada 131 database, klik di sini
** Butuh market intelligence atau competitor intelligence, klik di sini

Senin, 03 April 2017

Tren Pertumbuhan Usaha Perlu Didukung Data Market Intelligence

Secara umum, definisi market intelligence bisnis adalah sebuah strategi yang dapat dilakukan oleh semua perusahaan untuk memperoleh informasi spesifik. Informasi itu bisa dilakukan dengan pengumpulan data dan analisis pasar yang sesuai dengan keadaan pasar saat ini.

Market intelligence ini merupakan bagian dari sistem informasi marketing. Informasi yang diperoleh dalam market intelligence ini akan diolah dalam sistem informasi marketing. Dalam bisnisnya market intelligence merupakan pekerjaan yang tidak melanggar hukum, pekerjaan yang tidak mencuri data dari perusahaan lain atau mencuri data-data ilegal untuk mendapatkan informasi, dan bersifat rahasia.

Jika dilihat secara garis besar, ada empat pekerjaan utama dalam bisnis market intelligence, yaitu: pekerjaan pertama adalah tahap perencanaan. Kita harus terlebih dahulu menentukan informasi apa yang dibutuhkan untuk dicari. Pekerjaan kedua adalah tahan pengumpulan data dan informasi. Dalam tahap ini, data dan informasi dapat kita peroleh dengan cara: a) Berkomunikasi langsung dengan para pelanggan, pemasok, dan distributor lainnya. b) Melalui media seperti buku, berita elektronik, surat kabar, internet, dan publikasi lainnya. c) Melakukan pertemuan dengan para manajer perusahaan lain untuk saling memperoleh informasi.

Pekerjaan yang ketiga adalah tahap analisis. Dalam tahap ini ada beberapa hal yang dianalisis seperti analisis terhadap kondisi dan situasi dalam pasar, analisis costumer dan para pesaing. Analisis ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana respon pasar terhadap produk atau jasa yang kita miliki, untuk mengetahui pertumbuhan dan meningkatkan market share dengan cara menyeimbangkan antara cost dan price. Pekerjaan yang keempat adalah sharing atau penyebaran informasi kepada departemen lain yang terkait.

Dalam bisnis market intelligence, sedikitnya terdapat 4 segmen utama. Pertama, competitor intelligence, yaitu hasil proses yang sistematis yang digunakan untuk mendapatkan dan menganalisis informasi mengenai kompetitor/pesaing/lawan bisnis dari perusahaan. Kedua, product intelligence, yaitu suatu sistem otomatis yang dapat digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi spesifik mengenai tren pasar terhadap suatu produk/merek/segmen produk.

Ketiga, market understanding, yaitu sebuah proses dimana perusahaan menciptakan nilai dan membangun hubungan yang baik dengan para pelanggan. Keempat, costumer insight, yaitu sebuah cara untuk memahami bagaimana para pelanggan menggunakan sebuah produk atau jasa kita.

Tujuan bisnis market intelligence secara umum untuk mengetahui bagaimana keadaan pasar yang saat ini sedang terjadi, memonitor dan mengantisipasi adanya atau hadirnya para pesaing baru, membuat keputusan secara cepat dalam berpromosi dengan dukungan data/database yang tepat, membuat sebuah tandingan untuk menandingi ekspansi bisnis para pesaing, mencegah adanya pemalsuan dan perusakan produk atau jasa yang kita miliki oleh pesaing, melakukan diversifikasi atau bahkan mengubah strategi dalam sebuah pemasaran, membuat inovasi-inovasi baru untuk produk dan jasa, mengubah pola penetapan harga sehingga harga yang kita berikan sesuai dengan keadaan pelanggan dalam pasar.

Mengingat pentingnya market intelligence dalam persaingan bisnis yang makin keras, duniaindustri.com hadir sebagai startup khusus di bidang industri dengan salah satu kompetensi sebagai perusahaan jasa market intelligence.


Untuk menunjang kompetensi itu, duniaindustri.com memiliki sejumlah instrumen untuk market intelligence yang tepat seperti database lengkap, monitor kompetitor (penjualan domestik/ekspor), serta market analysis.

Lebih dari 131 database industri dari berbagai sektor industri manufaktur (tekstil, agro, kimia, makanan-minuman, elektronik, farmasi, otomotif, rokok, semen, perkapalan, dan lainnya), komoditas, pertanian, perkebunan, sumber daya mineral, logistik, infrastruktur, properti, perbankan, reksadana, media, consumer, hingga makro-ekonomi.

Database industri sangat bermanfaat bagi perusahaan maupun perorangan, investor, pemangku kebijakan, direksi perusahaan, marketer, lembaga pemerintahan, institusi asing, lembaga pembiayaan, mahasiswa, dan lainnya.

Di era globalisasi dan digitalisasi seperti sekarang, data sudah dianggap sebagai komoditas yang dapat diperjualbelikan secara profesional. Seluruh rantai bisnis industri (supply-demand chain) membutuhkan data untuk dapat mengambil keputusan yang tepat dan efisien. 

Di setiap lini usaha, mulai dari pembelian bahan baku, pencarian vendor, proses pengolahan, marketing, distribusi, ekspor-impor, semua membutuhkan data, analisis, dan riset. Bahkan, persaingan pasar juga membutuhkan data, analisis, dan riset untuk mengintip kekuatan-kelemahan pesaing (market intelligence), mempelajari strategi kompetitor, mengakuisisi pelanggan, mempertahankan pangsa pasar, edukasi pasar, edukasi konsumen, brand awareness, dan lainnya.



Namun, di Indonesia sering terjadi pencarian data, analisis, dan riset sulit dilakukan karena terbatasnya akses informasi, ruang publik, ekosistem yang belum berkembang, serta ketiadaan forum/ajang interaksi jual-beli data. Karena itu, tidak heran, harga (nilai) sebuah data dapat melambung tinggi karena keterbatasan pasokan, sementara kebutuhan tergolong tinggi.

Duniaindustri.com telah menangani puluhan proyek data hingga riset persaingan pasar dari perusahaan kecil, menengah, besar di Indonesia, terutama dari Jakarta, Cikarang, Bandung, Surabaya, Palu, Bali, dan daerah lainnya.


Duniaindustri.com memperkenalkan fitur terbaru yakni download database industri aktual. Lebih dari 131 database industri dari berbagai sektor industri manufaktur (tekstil, agro, kimia, makanan-minuman, elektronik, farmasi, otomotif, rokok, semen, perkapalan, dan lainnya), komoditas, pertanian, perkebunan, sumber daya mineral, logistik, infrastruktur, properti, perbankan, reksadana, media, consumer, hingga makro-ekonomi.


Indeks Data Industri yang bisa didownload (131 database):


Riset Persaingan Merek Mobil 2016 (Tren Penjualan Per Model dan Pangsa Pasar) Analisis Persaingan Industri Semen dan Tren Harga Jual 2017-2018
Outlook Industri Consumer Goods 2017 dan Tren Harga Bahan Baku
Data dan Outlook Kebutuhan Energi di Sektor Industri 2015-2050

Riset Tren Pertumbuhan dan Persaingan Pasar Semen (Analisis Pasar dan Outlook 2017-2018)
Riset Peta Persaingan Merek Motor Per Provinsi (Tren Penjualan Per Tipe Motor)
Riset Pasar dan Tren Harga Petrokimia 2009-2021 (Market Leader di Indonesia)
Riset Tren Produksi Kelapa Sawit 2009-2017 (Analisis Pasar Ekspor CPO)
Riset Infrastruktur Industri 2015-2019 (Peluang Basis Produksi Manufaktur 2017)
Riset Pasar Seluler dan Data Industri Telekomunikasi 2010-2018 (Peta Persaingan dan Potensi Pertumbuhan)
Riset Pasar dan Database 500 Perusahaan Tekstil (Data Industri Tekstil Hulu-Hilir)
Riset Tren Produksi Market Leader Rokok 2005-2016 (Kompetisi Pasar dan Tren Konsumsi Rokok)
Riset Tren Distribusi Sepeda Motor Per Wilayah (Data Penjualan Per Tipe Per CC Mesin)
Riset Pasar dan Data Outlook Kosmetik 2009-2017 (Top 10 Perusahaan Kosmetik di Indonesia)
Data Listrik dan Sistem Kelistrikan Nasional 2009-2019
Riset Pasar dan Data Oli Pelumas Otomotif 2011-2016
Riset Pasar dan Tren Harga Baja (Hulu-Hilir) 2010-2016
Riset Pasar Ponsel, Komputer, dan Elektronik Home Appliance (Tren Market Size dan Pangsa Pasar)
Riset Pasar dan Data Industri Sepeda Motor (Tren Penjualan Per Merek Per Daerah)
Riset Pasar dan Data Industri Mobil (2005-2019)
Riset Pasar dan Analisis Oversupply Semen (2016-2019)
Riset Pasar Consumer Goods dan Tren Online Shopping (2009-2017)
Riset Pasar dan Data Industri Biskuit 2010-2016 (Peta Persaingan dan Tren Market Leader)
Riset Pasar dan Analisis Industri Kosmetik (Tren Pertumbuhan dan 5 Merek Paling Laris)
Riset Pasar dan Analisis Peta Persaingan Industri Semen (NEW Version)
Riset Eksklusif Industri Kemasan Plastik (Tren Pertumbuhan dan Analisis Cukai)
Riset Eksklusif dan Data Industri Minyak Goreng Sawit (Tren Persaingan Market Leader)
Riset dan Data Industri Pariwisata Indonesia 2010-2020
Riset dan Analisis Eksklusif Farmasi (Tren Persaingan Obat Bebas, Generik, Herbal dan Daftar Obat Paling Laku) 
Riset Pasar Obat Bebas, Obat Generik, dan Obat herbal
Data Industri Elektronik Home Appliances 2005-2015
Riset Industri Manufaktur; Peluang Investasi dan Basis Produksi 2015-2019
Riset Peluang Kerjasama Pemerintah dan Swasta di Proyek Infrastruktur 2015-2019
Riset Tren Produksi Oleokimia dan Biodiesel 2011-2017
Riset Persaingan Brand Rokok di Indonesia 2014-2016
Riset Komprehensif Industri Baja 2007-2017
Riset Peta Persaingan Industri Semen 2015-2017
Data dan Analisis Industri Oli Pelumas 2007-2016
Riset Komprehensif Industri Susu Olahan 2013-2016
Data dan Outlook Industri Susu & Teh Siap Minum 2013-2016
Data dan Outlook Industri Farmasi 2010-2019
Data dan Outlook Industri Batubara 2011-2030
Data dan Outlook Industri Semen 2003-2019
Data dan Outlook Industri Rokok 2005-2016
Data dan Outlook Industri Petrokimia 2009-2016
Data dan Outlook Transportasi, Logistik, dan Infrastruktur 2009-2019
Data Industri Minimarket, Supermarket, Hypermarket, dan Modern Trade di Indonesia 2012-2015
Data dan Outlook Industri Oleokimia dan Biodiesel 2015-2016
Data dan Outlook Industri Consumer Goods 2016
Tren Fashion dan Data Industri Tekstil
Data industri sepeda motor dan velg motor di Indonesia
Outlook Industri Otomotif 2016-2018
Outlook Industri CPO 2016
Data Pasar Surat Utang di Indonesia dan ASEAN
Data Kejatuhan Harga Komoditas Ekspor Indonesia dan Depresiasi Rupiah
Data Investasi, Insentif, serta Kawasan Ekonomi Khusus Perkebunan Sawit 2010-2015
Data Luas Lahan Sawit, Produksi, serta Ekspor CPO 2009-2015
Data dan Analisis Industri Elektronik Menghadapi ASEAN Community
Data dan Analisis Industri Pakan Ternak dan Perunggasan 2007-2017
Data dan Analisis Industri Baja Periode 2000-2014
Data Investasi Baru, Kapasitas, serta Tren Penjualan Semen 2013-2017
Data Market Insight Private Equity di Asia Tenggara
Data Hilirisasi Industri Sawit, dari Regulasi hingga Persebaran Investasi
Data Sumberdaya Batubara, Tren Harga, serta Biaya Produksi per Ton
Data Industri Semen di Asia Tenggara, Pangsa Pemain, dan Pertumbuhan Pasar
Data Industri Properti dan Perbandingan Harga di Indonesia
Data Industri Perbankan, Reksadana, Asuransi, dan Multifinance di Indonesia
Data Industri Televisi Berlangganan di Indonesia
Data Industri Media dan Belanja Iklan di Indonesia
Data Industri Angkutan Darat (Taksi) di Indonesia
Data Tingkat Kepemilikan dan Minat Beli Mobil di Indonesia
Data Energi Terbarukan (Sawit dan Biofuel) Indonesia
Data Perkebunan Sawit dan Produsen Hilir Terbesar Dunia
Data Outlook Pasar Minyak Nabati China
Data Perubahan Iklim Terkait Sektor Perkebunan di Indonesia
Data Outlook Sektor Transportasi dan Logistik 2014-2018
Data Pasokan dan Permintaan Batubara Termal Global
Data Pasar Minimarket dan Restoran Cepat Saji di Indonesia
Data Produksi, Defisit Pasokan, serta Harga Timah
Data Penjualan Per Merek Mobil
Data dan Analisis Outlook Industri Otomotif
Data dan Analisis Penjualan Motor dan Mobil (LCGC)
Data Strategi Pengembangan Sawit dan Batubara di Indonesia
Data Industri Perkapalan Indonesia
Data Penjualan Mobil Per Segmen Kendaraan
Data Produksi, Ekspor, dan Investasi 15 Komoditas Utama Indonesia
Data Komprehensif Industri Otomotif dan Kebijakan Pemerintah
Data Tren Harga dan Produksi Minyak Nabati Utama
Data Keseimbangan Pasokan-Kebutuhan Sawit dan Dampaknya ke Harga
Data Komprehensif Industri Biofuels dan Produk Hilir CPO
Data Industri Petrokimia, Kimia Dasar, dan Logam Dasar
Data Daya Saing Industri Indonesia di Asean Community 2015
Data Prospek Investasi dan Kebutuhan Lahan Kawasan Industri
Data Industri Makanan-Minuman dan Program Hilirisasi
Data Komprehensif Sasaran, Fokus, dan Kinerja Industri Pengolahan
Data Komprehensif Industri Baja di Indonesia
Data Peranan Industri Sawit sebagai Penghasil Devisa Ekspor
Data Daya Saing Industri dilihat dari Sistem Logistik Nasional
Data Segmentasi dan Jumlah Konsumen Kelas Menengah di Indonesia (2012-2030)
Data Industri Batubata (Brick) di Indonesia dan Malaysia
Data Investasi Infrastruktur, Proyek Pembangunan Pelabuhan, Jalan, Bandara, Kereta Api di Indonesia
Data Masterplan Konektivitas Nasional (2010-2030)
Data Konsumsi dan Impor Susu di Indonesia (periode lima tahun terakhir)
Data Komparasi Konsumsi Semen dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia (10 tahun terakhir)
Data Produksi dan Ekspor-Impor Industri Aneka
Data Komprehensif Industri Farmasi Indonesia (Periode Lima Tahun Terakhir)
Data Komprehensif Sistem Logistik Nasional (Sislognas) Indonesia
Data Komprehensif Industri Tekstil Indonesia (periode tiga tahun terakhir)
Data Top 20 Produsen Obat Generik di Indonesia
Data Pasar Kosmetik Indonesia (periode empat tahun terakhir)
Data Volume dan Nilai Ekspor CPO, Tarif Bea Keluar, HPE
Data Omzet dan Top 10 Player Industri Makanan-Minuman
Data Pasar Alat Kesehatan di Asia Pasifik
Data Produksi dan Utilisasi 4 Produsen Kertas Terbesar di Indonesia
Data Pangsa Pasar Top 10 Perusahaan Benang dan Serat
Data Industri Alat Musik, Mainan, dan Perhiasan
Data Permintaan Baja di Indonesia (sepuluh tahun terakhir)
Strategi Ekspansi dan Kapasitas Produksi BUMN Semen Terbesar
Data Produksi Gula, Tebu, dan Area Lahan
Data Buyer Agent Tekstil Terbesar dan Representative Office di Indonesia
Data Jumlah Kendaraan Bermotor, dan Panjang Jalan di Indonesia
Data Perkembangan Jumlah Kendaraan Bermotor Berdasarkan Jenis
Data Pangsa Pasar Lima Produsen Ban di Indonesia
Data Produksi dan Ekspor-Impor Industri Aneka
Data Penjualan dan Pangsa Pasar 4 Perusahaan Rokok Terbesar
Data Pasar Farmasi di Asia Pasifik
Data Belanja Alat Kesehatan di Indonesia
Data Kapasitas dan Utilisasi Industri Aneka
Kajian Komprehensif Tiga Pemimpin Pasar Semen Indonesia
Kajian Komprehensif Industri Kertas di Indonesia
Data Produksi dan Pangsa Pasar 4 Pemimpin Pasar Baja Canai Panas (HRC)

Sumber: di sini


Membedah Kompetisi Pasar Dua Market Leader

Dua market leader industri semen, yakni PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), agresif dalam berekspansi menambah pabrik baru. Tujuannya tidak lain untuk menggenggam penguasaan pasar yang lebih tinggi, di tengah ketatnya persaingan dari pemain baru dan pelemahan permintaan semen domestik.

Lihat saja, belum puas dengan pabrik baru di Rembang dan Indarung, Semen Indonesia sudah menyiapkan rencana membangun tambahan packing plant di Maluku Utara dan Bengkulu, serta tambahan fasilitas produksi baru di Aceh dan Kupang dengan kapasitas total 5 juta ton yang ditargetkan selesai 2021. Sementara Indocement sedang menjajaki pembangunan dua pabrik baru (green field) di Pati, Jawa Tengah, dan Kalimantan.

"Semen Indonesia akan mengoptimalkan keunggulan strategis perseroan dengan pengembangan kapasitas antara lain menyelesaikan proyek pabrik semen Rembang dengan kapasitas 3 juta ton. Selain itu, Semen Indonesia juga akan menyelesaikan proyek pabrik semen Indarung VI dengan kapasitas 3 juta ton, dengan estimasi nilai investasi Rp 4,2 triliun," kata Dirut Semen Indonesia Rizkan Chandra dalam keterangan tertulis.

Menurut dia, perusahaan juga akan menyelesaikan pembangunan grinding plant dan pabrik ground granulated blast furnace slag di Cigading. Di Maluku Utara dan Bengkulu, perusahaan akan membangun tambahan packing plant. Sementara untuk tambahan fasilitas produksi baru, Semen Indonesia akan membangun di Aceh dan Kupang dengan kapasitas total 5 juta ton yang ditargetkan selesai 2021.

Semen Indonesia akan menerbitkan obligasi berkelanjutan sebagai salah satu sumber pendanaan strategi ekspansi bisnis ke depan. Darmawan Junaidi, Direktur Keuangan Semen Indonesia, menjelaskan perusahaan akan menerbitkan obligasi senilai Rp 3 triliun pada semester I 2017. Obligasi itu merupakan bagian dari penawaran umum berkelanjutan (PUB) senilai total Rp 8 triliun.

Menurut Darmawan, dana hasil penerbitan obligasi itu akan digunakan untuk sumber pendanaan belanja modal yang diperkirakan mencapai 15%-20% dari pendapatan perusahaan. Tiga perusahaan sekuritas yang terafiliasi dengan BUMN akan menjadi pelaksana penjamin emisi penerbitan obligasi yaitu PT Danareksa Sekuritas, PT Bahana Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas.

Sementara itu, Indocement, market leader kedua di industri semen di Indonesia, sedang menjajaki pembangunan dua pabrik baru (green field) di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dan di Tarjun, Kecamatan Kelumpang Hilir, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan.

Dua pabrik baru itu akan dirancang dengan kapasitas produksi 2,5 juta ton per tahun. Corporate and Public Communications Manager PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, Pigo Pramusakti, melalui keterangan tertulis sebelumnya menjelaskan mengantisipasi pulihnya permintaan domestik di 2017, Indocement telah menyelesaikan pabrik semen terintegrasi (brown-field project - plant 14) di komplek pabrik Citeureup, Bogor, pada akhir 2016.

Pabrik baru itu dibangun dengan teknologi terkini dengan kapasitas produksi 4,4 juta ton per tahun. Periode 2016 Indocement juga telah menambah satu unit "aero derevative gas turbine" berikut "steam turbine" untuk menyuplai 73 MW listrik ke komplek pabrik Citeureup untuk menjaga stabilitas pasokan listrik dan mengganti unti gas turbin lama sehingga bisa menekan biaya.(*)

Sumber: klik di sini
*Butuh data dan riset pasar, total ada 131 database, klik di sini
** Butuh market intelligence data monitoring penjualan kompetitor, klik di sini